Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 19/11/2008 07:48 WIB
Minyak terendah sejak Januari 2007
oleh : Berliana Elisabeth S.
NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini sedikit berubah di New York ditengah proyeksi pasokan minyak AS akan meningkat untuk periode delapan pekan karena resesi menggerus permintaan global.
Persediaan juga diprediksi naik 1 juta barel untuk minggu yang berakhir 14 November, menurut rata-rata estimasi analis sebelum Departemen Energi melaporkannya hari ini. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), International Energy Agency (IEA) dan Departemen Energi AS menurunkan proyeksi permintaan minyak mentah bulan ini.
"Kondisi saat ini yakni tidak ada hal yang dapat mendukung kestabilan rally harga. Krisis finansial menyebabkan pelemahan ekonomi dan permintaan berkurang di AS. Masalah di AS juga menjalar ke China dan negara berkembang lainnya," kata Peter Beutel, president of energy consultant Cameron Hanover Inc. di New Canaan, Connecticut.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Desember naik 3 sen atau 0,1% menjadi US$54,42 per barel pada pukul 10:09 a.m waktu Sydney di New York Mercantile Exchange. Harga minyak sudah terhempas 63% sejak menyentuh rekor US$147,27 pada 11 Juli 2008. Kontrak turun 56 sen atau 1% menjadi US$54,39 per barel kemarin, terendah sejak 29 Januari 2007.
Harga bensin untuk kontrak Desember juga turun 3,78 sen atau 3,2%, kemarin menjadi US$1,1368 per galon di New York, terendah sejak kontrak diperdagangkan pada Oktober 2005.
Minyak brent untuk kontrak Januari turun 47 sen atau 0,9% menjadi US$51,84 per barel di ICE Futures Europe Exchange London, terendah sejak 18 Januari 2007.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak naik 2,2% jadi US$42,6 per barel
- Harga emas pagi ini US$853,00 per ounce
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%