Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Selasa, 02/12/2008 08:15 WIB
Minyak terendah 3,6 tahun di bawah US$50
oleh : Berliana Elisabeth S.
NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini melanjutkan penurunan tiga harinya hingga menyentuh level di bawah US$50, terendah sejak 23 Mei 2005 setelah Organization of Petroleum Exporting Countries menunda keputusan menurunkan produksi hingga pertemuan 17 Desember.
OPEC, pemasok 40% minyak mentah dunia, mengatakan perlu waktu untuk melihat dampak pengurangan produksi 1,5 juta barel per hari sejak pertemuan Oktober. Grup ini akan mulai membahas pemangkasan produksi pada pertemuan berikut, 17 Desember, kata sekjen OPEC hari ini. Penurunan pertumbuhan permintaan lebih tinggi dari perkiraan periode bulan lalu.
"OPEC menyatakan pasar masih bearish sehingga pada pertemuan selanjutnya, grup akan memangkas produksi kembali. Namun menurut saya keptusan mereka sedikit terlambat kalau hendak mengangkat harga, karena harga sudah sangat rendah," kata Tim Evans, energy analyst Citi Futures Perspective di New York.
Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Januari turun 60 sen menjadi US$48,68 per barel pada pukul 11.04 a.m Sydney di perdagangan elektronik di bursa New York Mercantile Exchange. Harga bahkan terhempas US$5,15 atau 9,5% menjadi US449,28 per barel kemarin, level terendah sejakl 23 Mei 2005.
Harga minyak mentah sudah terkoreksi 67% sejak menyentuh rekor tertingginya US4147,27 per barel pada 11 Juli ketika AS, Eropa dan Jepang mengalami resesi secara simultan untuk pertama kali sejak perang dunia ke II.
Harga bensin untuk kontrak Januari turun 9,84 sen atau 8,1% menjadi US$1,1112 per galon di New York kemarin.
Secretary General OPEC Abdalla el-Badri mengatakan organisasi akan kembali menurunkan produksi minyak pada pertemuannya minggu depan di Oran, Algeria. Menurut dia pasar sudah kelebihan pasokan, persediaan sangat banyak.
Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan harga minyak dilevel US$75 pe rbarel akan lebih adil 'fair' dan akan mendukung investasi baru untuk ladang minyak. Kelebihan pasokan lebih dari 2 juta barel per hari, kata Menteri Perminyakan Iran Gholamhossein Nozari.
Manufaktur di AS berkontraksi periode November hingga penurunan tercepat sejak 26 tahun, sehingga menempatkan pabrikan di AS sebagai pemimpin penurunan sektor industri di dunia. AS merupakan konsumen minyak mentah terbesar dunia.
Institute for Supply Management’s factory index turun hingga ke 36,2, level terendah sejak 1982. Level 50 merupakan posisi antara ekpansi dan kontraksi.
Harga minyak brent untuk kontrak Januari turun US$5,52 atau 10% menjadi US447,97 per barel di bursa ICE Futures Exchange London, level terendah sejak 19 Mei 2005.
bisnis.com
Berita Lain
- Harga emas pagi ini US$853,00 per ounce
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%
- Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik