Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Selasa, 02/12/2008 17:45 WIB

Harga minyak sempat di bawah US$48

oleh : Lahyanto Nadie

SINGAPURA: Harga minyak jatuh pada posisi terendah dalam tiga tahun di bawah US$48 per barel Selasa ini di kawasan Asia.
 
Pengiriman minyak sawit untuk Januari mengalami penurunan menjadi US$1,50 sampai US$47,78 per  barel, harga terendah sejak 2005, dalam perdagangan elekronik di New York Mercantile Exchange hingga siang hari ini di Singapura.

Kontrak itu jatuh hanya dalam waktu semalam sebesar US$5,15 dan berhenti pada posisi US$49,28 setelah terdapat tanda-tanda melemahnya ekonomi AS dan menjatuhkan saham rata-rata industri Dow Jones hingga7,7%.

Sebagian besar pasar Asia juga mengalami penurunan Selasa ini dengan Nikkei-Jepang 225 index jatuh 6,4%, Korea Composite Stock Price Index menurun 3,4% dan Hang Seng index Hong Kong jatuh 4,8%.

Sekjen OPEC Abdullah El-Badri mengatakan OPEC akan mengurangi output kuota menjadi antara 1 juta dan 1,5 juta barel pada pertemuan di Algeria pada 17 Desember berdasarkan televisi Iran Senin.

Moore mengatakan dia memperkirakan rata-rata harga minyak akan menjadi US$74 per barel pada 2009.

Pada perdagangan Nymex, saham bahan bakar jatuh 1,83 sen menjadi US$1,09 per galon. Minyak panas turun 2,24 sen menjadi US$1,59 per galon sementara gas alam untuk pengiriman January turun 8,7 sen menjadi US$6,52 per 1.000 kubik kakik.

Di London, minyak sawit Brent untuk Januari jatuh US$1,88 menjadi US$46,09 pada ICE Futures exchange. (t01)
 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BBJ cabut 13 anggota bursa
  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90

Komentar

Beri Komentar