Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Rabu, 03/12/2008 07:49 WIB

Minyak naik tipis, namun masih di US$47

oleh : Berliana Elisabeth S.

NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah naik untuk pertama kalinya dalam empat hari di Amerika Serikat pasca menanjaknya indeks saham dan bank sentral, Federal Reserve, memperpanjang waktu program kredit darurat untuk mengatasi krisis kredit.

Harga rebound (naik kembali) setelah sempat menyentuh level terendah tiga tahun kemarin, hingga sempat turun US$100 dari rekor tertingginya US$147,27 pada 11 Juli dipicu spekulasi AS, konsumen minyak terbesar dunia, akan mengalami resesi terpanjang sejak Perang Dunia II.

"Ini khusus mengenai permintaan, permintaan dan permintaan," kata Kyle Cooper, analis IAF Advisors di Houston.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Januari naik 44 sen atau 0,9% menjadi US$47,40 per barel pada pukul 10:06 a.m waktu Sydney untuk perdagangan di bursa New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga terhempas 4,7% atau US$2,32 menjadi US$46,96 per barel, level terendah sejak 20 Mei 2005.

Harga minyak sudah jeblok 68% di New York dari rekor tertingginya US$147,27 per barel pada 11 Juli 2008 dipicu berkurangnya permintaan bahan bakar di AS, Eropa dan Jepang setelah perekonomian ketiganya melambat. AS bahkan sudah memasuki masa resesi sejak Desember 2007, bahkan menurut data siklus bisnis Amerika resesi dimulai pada 1 Desember 2007.

Bensin untuk kontrak Januari turun 5,29 sen atau 4,8% menjadi US$1,0583 per galon kemarin di New York.

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), International Energy Agency (IEA) dan Departemen Energi AS menurunkan proyeksi konsumsi karena prospek pertumbuhan ekonomi yang memburuk. Konsumsi bahan bakar AS periode empat pekan yang berakhir 21 November berkurang 6,6% dari posisi yang sama tahun lalu, data departemen energi pekan lalu.

Harga juga terkoreksi karena para menteri anggota OPEC masih belum sepakat memangkas produksi untuk kedua kalinya pada pertemuan 29 November di Kairo.

"Kami tidak ingin melihat pasar minyak rebound setelah OPEC mengambil keputusan memangkas produksi atau ekonomi mulai pulih. Kami mulai melihat permintaan untuk produk refineri naik," kata Gene McGillian, analis Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Harga sudah turun lebih dari 9% pada 1 Desember setelah pertemuan OPEC pekan lalu. Organisasi akan menurunkan produksi minyak mentah pada pertemuan mendatang di Oran, Algeria bulan ini, kata Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla el-Badri.

Departemen Energi AS hari ini dijadwalkan melaporkan data cadangan dan konsumsi minyak, dan diprediksi pasokan bertambah 1 juta barel per hari periode pekan lalu, menurut rata-rata dari 13 responden yang disurvey Bloomberg News.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BBJ cabut 13 anggota bursa
  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90

Komentar

Beri Komentar