Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Rabu, 03/12/2008 19:35 WIB
Perpindahan investasi belum signifikan
oleh : M Tahir Saleh & Nana Oktavia Musliana
JAKARTA (bisnis.com): PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyatakan perpindahan investasi dari pasar modal ke perdagangan berjangka melalui transaksi indeks saham asing jumlahnya belum terlalu signifikan di tengah krisis global.
Direktur KBI Surdiyanto Suryodarmodjo mengatakan volume transaksi yang diregistrasikan oleh pihaknya belum mengalami peningkatan berarti. Pada September, kata dia, jumlah lot transaksi hanya mencapai 4,2 juta lot diregistrasikan oleh KBI.
"Sampai September jumlahnya 4,2 juta lot transaksi yang diregistrasikan. Kalau untuk dolar AS tergantung besaran lotnya. Rata-rata transaksi harian itu mencapai 22.000 lot rata-rata harian," katanya seusai Seminar Nasional Atasi Dampak Krisis Keuangan dengan Wealth Management hari ini.
Dia memperkirakan ada kemungkinan perpindahan investor dari pasar saham, namun jumlahnya tidak terlalu besar. Investasi di bursa berjangka, ujar dia, memiliki nilai tambah karena investor memiliki dua pilihan, yakni beli dan jual.
"Perpindahan itu tidak besar sepertinya. Dan yang terjadi di pasar saham itu kan orang membeli saham butuh dolar AS, jadi investor menjual sahammnya lalu dapat rupiah dan kemudian dibelikan dolar AS, akibatnya indeks tertekan. Kebutuhan dolar AS pun naik karena pemilik saham pulang membawa dolar AS dan menekan pembelian dolar."
Menurut dia, pembatasan pembelian mata uang asing khususnya dolar AS dapt membawa dampak positif terjadap apresiasi rupiah. "Supaya rupiah tidak terlalu tertekan, jika kebutuhan untuk membeli dolar AS itu wajar ya diperbolehkan akan tetapi kalau pembelian mata uang AS ini untuk spekulasi buat apa?" katanya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga emas pagi ini US$853,00 per ounce
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%
- Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik