Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Kamis, 04/12/2008 08:22 WIB

Minyak naik tipis namun masih di level US$46

oleh : Berliana Elisabeth S.

NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini naik tipis di New York setelah turun dalam empat hari berturut-turut hingga kemarin, namun masih berada di level US$46, level terendah sejak Februari 2005.

Kenaikan dipicu Departemen Energi AS melaporkan refineri menurunkan operasional karena resesi yang menggerus permintaan.

Refineri beroperasional sebanyak 84,3% dari kapasitas, atau turun 1,8% dari posisi pekan lalu. Ini merupakan penurunan satu minggu terbesar sejak September ketika Topan Gustav dan Ike merusak Gulf Coast. Namun para analis memprediksi naik 0,4%. Laporan juga menunjukkan konsumsi bahan bakar turun dari posisi tahun lalu.

"Berita yang ada yakni faktor pendukung kenaikan harga namun tampaknya kurang kuat untuk mengangkat harga lebih tinggi. Penurunan kapasitas operasional refineri memang sedikit banyak memengaruhi kenaikan harga yang menyebabkan berkurangnya pasokan," kata Bill O’Grady, chief markets strategist Confluence Investment Management di St. Louis.

Harga minyak mentah untuk kontrak Januari naik 20 sen atau 0,4% menjadi US$46,99 per barel pada pukul 10:18 a.m. waktu Sydney untuk kontrak di bursa New York Mercantile Exchange. Harga sudah terhempas 68% dari rekor tertingginya US$147,27 pada 11 Juli. Kemarin, harga minyak mentah turun 17 sen atau 0,4% menjadi US$46,79 per barel, level terendah sejak 9 Februari 2005.

Konsumsi minyak mentah rata-rata 19,6 juta barel per hari periode pekan lalu, atau naik 0,6% dari posisi minggu sebelumnya dan turun 5,7% dari posisi tahun lalu, data Departemen Energi AS.

Pasokan minyak turun 456.000 barel menjadi 320,4 juta barel pekan lalu,  menurut data departemen energi. Ini merupakan penurunan pertama dalam 10 pekan. Persediaan diperkirakan naik 1 juta barel, menurut median dari 13 responden survey Bloomberg.

Harga minyak brent untuk kontrak Januari tidak berubah pada US$45,44 per barel di bursa ICE Futures London. Harga sempat menyentuh US$44,87, level terendah sejak 14 Februari 2005. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik
  • BBJ cabut 13 anggota bursa
  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor

Komentar

Beri Komentar