Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Kamis, 04/12/2008 19:48 WIB
Permintaan emas di China stagnan
oleh : M. Tahir Saleh
BEIJING (Bloomberg): Volatilitas harga emas yang tinggi mendorong permintaan logam mulia ini dari China sebagai konsumen terbesar kedua di dunia diperkirakan stagnan pada tahun ini.
Terhentinya permintaan China tersebut dipicu rendahnya ketertarikan pembelian emas dan menurunnya penggunaan logam ini oleh industri di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Asosiasi emas negara tersebut (CGA) menyatakan konsumsi emas diproyeksikan mencapai 360 ton dibandingkan dengan rekor 362 ton yang dicatat pada tahun lalu. Asosiasi ini juga menyatakan permintaan emas pada tahun lalu sempat meningkat lebih dari 20%.
“Pasar emas di China masih berpotensi banyak sementara permintaan investasi berkurang dari sektor industri," kata Hou Huimin, vice chairman CGA, hari ini.
Harga emas yang seringkali berfluktuasi membawa pengaruh turunnya permintaan. Harga emas untuk pengiriman segera, turun US$5,88 atau 0,8% menjadi US$778,07 per ounce pada perdagangan pukul 08:57 a.m waktu London.
Penurunan harga emas dalam dua hari terakhir di London itu terpengaruh penguatan dolar AS terhadap euro dan poundsterling serta pengaruh anjloknya harga minyak mentah dunia yang mengurangi ketertarikan investasi atas logam.
Harga logam mulia ini ajlok 25% dari rekor yang disentuh pada Maret seiring dengan turunnya melambatnya inflasi dan penurunan permintaan permata. China mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi selama lima tahun pada kuartal III/2008.(api)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak naik 2,2% jadi US$42,6 per barel
- Harga emas pagi ini US$853,00 per ounce
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%