Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Jumat, 05/12/2008 08:49 WIB
Tembaga sentuh level terendah sejak Mei 2005
oleh : Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Tembaga anjlok ke level harga penutupan terendah sejak Mei 2005 karena keterpurukan pasar ekuitas memicu kekhawatiran keruntuhan ekonomi global bakal bertambah dalam. MSCI World Index dari sejumlah saham tertekan 1,2% pada 4 Desember, dan US$30 triliun lebih telah hilang dari nilai ekuitas global pada 2008. Sejumlah logam dasar, termasuk tembaga, memiliki korelasi tinggi terhadap seluruh komoditas di bursa saham, demikian menurut Deutsche Bank AG. Sebelum hari ini, tembaga terpuruk 49% pada 2008. Tembaga berjangka untuk pengiriman Maret tertekan 8,5% atau 5,5% menjadi US$1,4695 per pon di divisi Comex pada New York Mercantile Exchange. Harga logam itu telah tertekan memasuki sesi kelima. Harga tembaga telah anjlok 66% dari posisi rekor US$4,2605 yang dicetak pada 5 Mei. Keterpurukan harga tembaga telah memukul laba para produsen, dan perusahaan tambang telah mengumumkan rencana untuk menekan produksi. Freeport kemarin mengatakan produksi pada tahun depan akan turun sekitar 5% dibandingkan perkiraan sebelumnya dan lebih rendah 11% pada 2010 setelah perusahaan itu menunda mengoperasikan kembali dua tambangnya dan menutup sebagian dari lokasinya yang kurang menguntungkan pada November. Di London Metal Exchange, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan turun US$176 atau 5,1% menjadi US$3.270 per metrik ton (US$1,48 per pon).(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga minyak naik 2,2% jadi US$42,6 per barel
- Harga emas pagi ini US$853,00 per ounce
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%