Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas


Jumat, 05/12/2008 09:36 WIB

Nikel tertekan indikasi kelebihan pasok

oleh : Elsya Refianti

LONDON (Bloomberg): Nikel menghapuskan penguatan harga di London karena posisi stok yang berada di level tertinggi 9 tahun mengindikasikan permintaan yang dimotori oleh produsen baja stainless tidak lancar pascapenurunan produksi.

Stok nikel di gudang yang dimonitor oleh London Metal Exchange bertambah 810 metrik ton atau 1,3% menjadi 64.944 ton, tertinggi sejak Februari 1999. Harga menguat setelah Chief Executive Officer Cia. Vale do Rio Doce Roger Agnelli mengatakan perusahaan itu bakal memangkas produksi di Sudbury, Kanada.

Nikel untuk pengiriman tiga bulan ke depan turun US$49 atau 0,5% menjadi US$9.156 per metrik ton pada pkl. 12:49 di London Metal Exchange. Harga telah melonjak US$170 atau 1,9%.

Pemangkasan di Sudbury kemungkinan diumumkan pada hari ini, kata Globe and Mail, mengutip sumber yang mengetahui hal itu. Sudbury memberi kontribusi hampir 6% dari produksi pertambangan nikel global, ungkap BNP Paribas SA.

Penurunan produksi nikel yang dilakukan setelah harga mulai melemah pada Mei tahun lalu bakal memperkecil surplus pasok tahun depan menjadi 24.000 ton, dari 70.000 ton yang diprediksikan sebelum penurunan itu, kata Michael Widmer, analis di BNP Paribas SA di London.

Harga kontrak nikel tiga bulan akan berada di rata-rata US$11.300 per ton tahun depan, kata dia. Harga nikel telah melemah 65% pada tahun ini.

Di London, tembaga tertekan US$66 menjadi US$3.380 per ton, aluminium turun US$26 menjadi US$1.590 per ton dan seng melemah US$4 ke US$1.136 per ton. Sementara itu, timah hitam melompat US$14 menjadi US$985 per ton dan timah tertekan US$125 ke US$11.600 per ton.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga baja merosot hampir 50%
  • Minyak melanjutkan penurunan dua harinya
  • Harga karet naik dalam 2 hari
  • Harga emas di Cikini stabil di kisaran tinggi
  • Kontrak emas di BBJ turun tajam
  • Minyak turun dari level tertinggi 5 pekan
  • Harga CPO di bursa KL naik dipicu ekspor
  • Konflik di Gaza angkat minyak ke US$47,90
  • Harga komoditas turun terbesar dalam 5 dekade

Komentar

Beri Komentar