Bisnis Indonesia Online » Harga » Komoditas
Jumat, 05/12/2008 19:11 WIB
Harga komoditas terseret merosotnya minyak
oleh : M. Taher Saleh
JAKARTA: Penurunan harga minyak mentah dunia ke level US$43 per barel membawa sejumlah harga komoditas baik pertanian maupun logam meluncur ke titik terendah.
Harga minyak mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2003 dan diperdagangkan pada harga terendah dalam empat tahun terakhir menyusul terkoreksinya pertumbuhan ekonomi dunia. Selain itu, tingkat
pengangguran yang tinggi di Amerika Serikat (AS) sebagai konsumen minyak terbesar, memangkas penurunan permintaan bahan bakar.
Ketika diperdagangkan sore tadi di New York Merchantile Exchange (Nymex), harga minyak mentah untuk pengiriman Januari anjlok menjadi US$43,39 per barel, level terendah dalam lima tahun terakhir. Meski
harga sempat bergerak naik menjadi US$43,60 per barel pada pukul 16.30 WIB.
Penurunan harga minyak membawa harga komoditas pertanian turun sebab akan memangkas biaya produksi karet sintetis sebagai rival karet alam. Harga karet alam anjlok ke level terendah lebih dari enam tahun.
Permintaan pembuatan ban mobil menurun.
Kontrak karet di bursa Tokyo anjlok 7,9% menjadi 99,8 yen per kg atau setara dengan US$1.078 per ton, terendah sejak Agustus 2002.
"Pasar mengikuti penurunan industri otomotif di mana sebagai pengguna terbesar komoditas ini. Harga komoditas memang paralel dengan pergerakan minyak mentah dunia. Resesi ini membawa komoditas mengalami
nasib terburuk. Apalagi jika harga minyak bisa lebih rendah lagi dari US$45 per barel," kata Kepler Tambubolon, analis PT Harumdana Berjangka, kepada Bisnis, hari ini.
Adapun harga tembaga anjlok 5,1%, level terendah lebih dari 3 tahun, sementara harga emas untuk pengiriman segera juga bergerak pada level US$768,90 per ounce. Kontrak jagung dan kedelai di bursa Chicago juga turun masing-masing 1,6% menjadi US$3,28 per bushel dan 0,9% menjadi US$8,04 per bushel. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga emas pagi ini US$853,00 per ounce
- Harga minyak akan capai US$130 per barel
- Penurunan pasokan dorong harga kakao
- Persediaan melonjak, harga minyak jeblok 12%
- Bappebti belum bisa gunakan resi gudang elektronik