Emas diduga terus menguat

Senin, 11/05/2009 13:07:48 WIBOleh: Bloomberg

SINGAPURA (Bloomberg): Emas berpeluang meneruskan penguatannya di pekan lalu karena sinyal teknikal mengindikasikan harga akan naik.

Logam mulia telah mengalami kenaikan harga yang tajam setelah memecahkan level resistance penting pada grafik, kata penambang logam mulia Heraeus Metallhandels GmbH. Harga telah naik di atas rerata pergerakan 50 dan 100 hari, yang mengindikasikan emas akan menguat lebih lanjut.

"Untuk hari-hari ke depan kami menduga volatilitas dan kisaran perdagangan antara tertinggi pada Kamis dan level US$895. Secara rata-rata, harga emas pekan ini bisa diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan 6 pekan terakhir," ujar Wolfgang Wrzesniok-Rossbach, Kepala Pemasaran dan Penjualan di Hanau, Haraeus yang berbasis di Jerman, melalui catatan email.

Emas untuk pengiriman segera sedikit berubah pada posisi US$915,38 per ounce pada pukul 8:51 waktu Singapura. Harga logam mulia itu mencapai US$925,54 per ounce pada 7 Mei, tertinggi sejak 2 April dan mengakhiri pekan lalu dengan menguat 3,4%.

Sebanyak 22 dari 32 pedagang atau 69% dari investor dan analis yang disurvei Bloomberg News menyatakan harga emas akan naik pekan ini. Sebanyak tujuh orang memperkirakan harga akan turun dan tiga orang lagi bersikap netral. Emas untuk pengiriman Juni di divisi Comex pada New York Mercantile Exchange menguat 0,4% menjadi US$918,40 per ounce sebelum diperdagangkan pada level US$915,90 di pkl. 8:52 di Singapura.

Di antara sejumlah logam mulia lainnya untuk pengiriman segera, perak bergerak tipis di US$14,02 per ounce, platinum melemah 0,6% ke US$1.144 per ounce dan palladium menguat 0,4% di US$242,50 per ounce.(t03/er)

Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika