LONDON (Bloomberg): Emas naik di New York seiring dengan melemahnya dolar AS sehingga mendorong pemintaan logam mulia sebagai alternatif investasi.
U.S. Dollar Index turun sebesar 0,8% kemarin yang secara tahunan juga turun 1,3%, sehingga emas yang biasanya bergerak berlawanan denegan mata uang AS, naik 5,9% tahun ini.
"Emas mengikuti pergerakan naik turun dolar AS," jelas Peter Fertig, pemilik Quantitative Commodity Research Ltd di Hainburg, Jerman.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik US$1,60 atau 0,2% menjadi US$936,20 per ounce di divisi Comex pasar New York Mercantile Exchange. Logam mulia ini turun 0,5% pekan ini, penurunan ketiga berturut-turut dan penurunan mingguan terlama sejak pertengahan April.
Emas untuk pengiriman segera naik US$1,84 atau 0,2% menjadi US$934,90 pada pukul 8:24 p.m. di London.
"Pasar emas masih ketat, kisaran perdagangan selama 5 hari terakhir mencapai US$13," kata Ralph Preston, analis komoditas Heritage West Futures Inc di San Diego.
Perak berjangka untuk pengiriman Juli di New York turun US$0,04 atau 0,3% menjadi US$14,20 per ounce. Perak untuk pengiriman segera terpeleset US$0,75 menjadi US$14,2025 per ounce di London.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »