JAKARTA (Bisnis.com): Harga emas di pasar spot pagi ini tercatat berada di posisi US$935,30 per ounce, ungkap siaran televisi CNBC.
Sementara itu, dari Singapura Bloomberg melaporkan harga kontrak emas tertekan di pertama kalinya dalam lima hari di Asia karena terhentinya penurunan dolar AS melemahkan permintaan terhadap logam mulia itu sebagai investasi yang aman.
Emas, yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan mata uang AS, melemah 4,3% bulan ini karena Dollar Index, yang menggambrakan nilai mata uang greenback terhadap enam mitra dagang utamanya, menanjak 0,8%. Dolar AS berubah tipis terhadap euro setelah melemah mendekati posisi terendah 2 pekan karena China mengulangi seruannya mengenai mata uang global yang baru.
Emas untuk pengiriman segera tertekan 0,5% menjadi US$935,20 per ounce dan diperdagangkan pada posisi US$937,68 per ounce pada pkl. 8:42 di Singapura. Namun demikian, emas menuju kenaikan harga di kuartal ketiga berturut-turut dipicu perkiraan inflasi jangka panjang.
Sebanyak 13 dari 23 pedagang, investor dan analis yang disurvei oleh Bloomberg News, mengatakan emas akan menguat pekan ini dipicu spekulasi suku bunga AS yang mencapai rekor terendah akan mengangkat permintaan terhadap investasi alternatif. Sebanyak empat orang memperkirakan penurunan harga dan enam lainnya netral.
Harga perak untuk pengiriman segera tertekan 0,9% menjadi US$13,955 per ounce, platinum turun 0,6% ke US$1.194 per ounce dan paladium melemah 0,2% di level US$245,50 per ounce.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »