Emas pagi ini naik seiring pelemahan dolar AS

Senin, 13/07/2009 09:10:28 WIBOleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Harga emas pagi ini kembali naik setelah pada akhir pekan terpangkas, kenaikan seiring kembali melemahnya dolar AS.

Emas untuk pengiriman segera naik US$1,55 menjadi US$913,70 per ounce di New York menurut data televisi CNBC pukul 9.05 WIB. Untuk kontrak Agustus, harga juga naik US$1,50 mrnjadi US$914 per ounce menurut data Bloomberg.

Harga kontrak emas sudah terpangkas 2% sepekan lalu, penurunan terbesar kedua. Harga logam mulia ini umumnya terpangkas eiring penguatan dolar AS. Mata uang AS menguat 0,4% per euro dalam sepekan. Harga minyak pagi ini hampir menyentuh level terendah delapan pekan yakni US$59,99 per barel.

"Penurunan harga minyak memberi sinyal bahwa ancaman inflasi tidak begitu besar sehingga investor mengurangi pembelian emas sebagai alternatif investasi," kata Dan Smith analis Standard Chartered Plc di London seperti dikutip Bloomberg.

Pada akhir pekan harga emas untuk kontrak Agustus turun 0,4% menjadi US$912,50 per ounce di New York Mercantile Exchange didivisi Comex. Harga kontrak terpangkas 2% sepekan lalu.

Investasi di SPDR Gold Trust, exchange traded fund berbasiskan logam mulia terbesar, tidak berubah di level 1.109,81 metrik ton pada akhir pekan.

Dolar menguat 1% terhadap euro pada pekan lalu, sehingga memicu investor untuk menjual logam mulia dan memegang uang tunai. Pagi ini dolar AS melemah menjadi US$1,3959 per euro dari 1.3936.

Sekitar 21 dari 32 trader, analis, investor yang disurvey Bloomberg News menyatakan harga emas berpotensi turun pekan ini. Lima diantaranya menyatakan naik dan enam netral.

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika