
JAKARTA (Bloomberg): Harga spot emas, menurut data Bloomberg pagi ini, mencapai tingkat tertinggi US$1.088,34 per ounce atau meningkat dibandingkan posisi kemarin US$1.081,90 per ounce, sementara itu harga kontrak cenderung menguat.
Harga emas meningkat setelah rapat The Fed memutuskan untuk memperpanjang kebijakan suku bunga dengan begitu rendahnya hampir 0%. Hal itu membuat nilai tukar dolar AS melemah dan meningkatkan penampilan logam mulia sebagai alternatif asset.
Dolar AS turun 1% terhadap keranjang enam mata uang utama setelah kebijakan The Fed soal suku bunga diumumkan. The Fed juga mempertahankan kebijakan stimulus untuk mendukung perekonomian yang masih rentan dari resesi. Bank Sentral AS itu juga memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya di kisaran 0%-0,25%.
Dalam pertemuan Federal Open Market Committee yang dipimpin Gubernur The Fed Ben Bernanke yang berlangsung selama 2 hari dan berakhir kemarin membuat keputusan itu secara bulat.
Emas melonjak 24% tahun ini, dan dolar turun 6,9%. "Dengan suku bunga yang begitu rendah, dana akan mengalir ke pasar sehingga bisa meningkatkan perdagangan,” kata Leonard Kaplan, the president of
Prospector Asset Management di Evanston, Illinois. “Momentum itu penting, dan sekarang emas memiliki banyak mementum itu."
Kontrak emas untuk pengiriman Desember naik US$2,40 atau
0,2% menjadi US$1.087.30 per ounce pada penutupan Comex division of the New York Mercantile Exchange. Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi US$1.098,50 di perdagangan elektronik. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »