
JAKARTA (Bloomberg): Harga spot emas pagi ini bertengger di tingkat US$1.138,60 per ounce atau menurun dibandingkan dengan posisi sebelumnya US$1.139,20, menurut data Bloomberg pukul 08.59 WIB.
Harga emas naik mencapai rekor baru untuk kedua kalinya pada pekan ini karena spekulasi bahwa investor akan meningkatkan investasi mereka untuk melakukan proteksi atas kekayaan mereka dari inflasi dan menurunnya nilai tukra dolar AS
Harga emas untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi $1.143,36 per ounce pada 7:35 a.m. di Singapura. Sebelumnya harga emas menyentuh posisi US$1,144.42 dan telah naik 30% pada tahun ini.
Harga emas melonjak 29% pada 2009 ketika tingkat suku bunga berada dalam posisi terendah. "Para pelaku pasar ingin memiliki emas saat ini sebab logam mulia itu adalah nilai tukar paling mewah," kata Gijsbert Groenewegen, seorang partner pada Gold Arrow Capital Management di New York.
“Jelas bahwa tingkat suku bunga rendah, dolar makin melemah dan tidak ada insentif untuk mempertahankan itu.”
Melemahnya dolar saat ini juga mengangkat harga saham dan harga-harga komoditas, termasuk minyak. Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke mengatakan bahwa The Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga yang kini mendekati 0%. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »