
JAKARTA (Bloomberg): Harga minyak sedikit mengalami perubahan setelah sempat menyentuh US$80 per barrel, sebelum pemerintah melaporkan bahwa ekspektasi laporan menunjukkan pasok minyak dan bensin AS meningkat pekan lalu.
Minyak yang memicu penurunan dolar AS lebih besar dan rally bursa saham, memberikan kenaikan lebih dari US$2 kemarin
Departemen Energi AS melaporkan kemarin bahwa persediaan minyak mentah menunjukkan kenaikan untuk kedua kalinya dalam pekan ini, menurut survei yang dilakukan oleh Bloomberg News.
Minyak mentah untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada posisi US$77,43 per barrel, turun 13 sen, di papan transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:59 a.m. di Sydney. Kemarin, kontrak minyak naik 9 sen menjadi sekitar US$77,56. Harga minyak telah naik 74% selama tahun ini.
Sementara itu, nilai tukar dolar AS diperdagangkan pada posisi US$1,4961 per euro pada pukul 7:01 a.m. waktu
Tokyo, setelah melemah 0,7% kemarin.
Sebelumnya dolar AS turun 0,9% menjadi US$1,4999, penurunan terbesar dalam transaksi harian sejak 9 November. Nilai tukar dolar AS telah turun 0,6% bulan ini. Melemahnya dolar meningkatkan investasi komoditas.
Pengamat mengatakan bahwa latihan militer Iran memicu ketegangan di Timur Tengah meskipun tidak akan mempengaruhi distribusi minyak secara signifikan.
Iran memulai latihan pertahanan udara sejak Minggu kemarin, yang bertujuan melindungi fasilitas nuklir dari serangan asing. Dalam sebuah siaran televisi disebutkan latihan militer bertujuan agar negeri itu bisa menahan serangan militer Israel.
Kondisi harga minyak juga dipengaruhi oleh data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini. Para analis menduga pertumbuhan tahunan akan lebih rendah dari 3,5%.
Cadangan minyak mentah di AS meningkat 1,5 juta barrel pada akhir pekan 20 November dari 336,8 million, menurut rata-rata para analis sebelum ada laporan resmi dari Departemen Energi pada pukul 10.03 a.m. di Washington besok.
Sebelas responden menduga naik, dan dua menyatakan akan menurun.
Bursa saham AS menguat kemarin setelah adanya informasi bahaw penjualan rumah jadi meningkat lebih dari yang diproyeksikan dan spekulasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendah.
The S&P 500 mengalami rally 1,$ menjadi 1.106,24 pada pukul 4 p.m. di New York. The Dow Jones Industrial Average naik 132,79 poin atau 1,3% menjadi 10.450,95, posisi tertinggi sejak Oktober 2008. The Russell 2000 Index perusahaan kecil naik 1,7%. The Dollar Index turun 0,7% menjadi 75,11.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »