JAKARTA (Bloomberg): Harga spot emas pagi ini bertengger di tingkat US$1.175,31 per ounce atau menurun dibandingkan dengan posisi sebelumnya US$1.189,70, menurut data Bloomberg pukul 08.48 WIB.
Harga emas mengalami penurunan untuk ketiga kalinya karena spekulasi beberapa investor mengunci kenaikan dari rally hingga mencapai rekor pada pekan lalu dan dampak dari permintaan Dubai World untuk menunda pembayaran utang akan terbatasi.
Harga emas menurun 4,2% pada 27 November setelah Dollar Index, indikator enam mata uang utama, meningkat 1% karena tingginya permintaan.
Emas untuk pengiriman segera melemah 0,4% menjadi US$1.172,62 pada 8:39 a.m. di Singapura. Harga emas sebenarnya mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada posisi US$1.195,13 pekan lalu.
Pada Februari harga emas melemah 0,1% menjadi US$1.173,80 per ounce di New York Mercantile Exchange’s Comex division.
Harga emas naik 33% tahun ini, karena investor individu memburu logam mulia itu, pembelian oleh bank sentral dan dana pensiun untuk memproteksi investasi mereka dari penurunan nilai tukar dan inflasi.
Di antara logam mulia lainnya, perak naik tipis 0,1% menjadi US$1.450,50 per ounce dan palladium naik 0,3% menjadi US$365,75 per ounce. (ln)