JAKARTA (Bloomberg): Harga spot emas pagi ini bertengger di tingkat US$1.176,60 per ounce atau meningkat dibandingkan dengan posisi sebelumnya US$1.175,31, menurut data Bloomberg pukul 09.10 WIB.
Harga emas mengalami sedikit perubahan di Asia, yang dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar dolar AS akibat kasus Dubai World.
Emas naik dan dolar jatuh kemarin setelah Bank sentral Uni Emirat Arab (UEA) turun tangan menekan dampak dari penundaan pembayaran pinjaman Dubai World, BUMN Dubai yang memiliki kewajiban pembayaran utang US$59 miliar, dengan meringankan persyaratan pinjaman kepada kreditur.
Bank sentral juga menyatakan mendukung semua bank lokal yang mengalami kerugian dari potensi kegagalan kredit Dubai World.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada tingkat US$1.179,63 per ounce pada
9:05 a.m. di Singapura, setelah sebelumnya turun 0,2%. Emas kemarin naik 0,2% menjadi $1,179.60.
Emas menyentuh harga tertinggi pada posisi US$1.195,13 pada 26 November dan membuat kenaikan tertinggi bulanan dalam setahun kemarin. Tahun ini harga emas naik 34%.
Kontrak emas untuk pengiriman Februari turun 0,1% menjadi US$1.181,30 di New York Mercantile Exchange’s Comex division hari ini.
Nilai tukar dolar jatuh untuk kedua harinya, diperdagangkan pada tingkat US$1,5030 per euro dari US$1,5005 kemarin di New York. Nilai itu turun 1,9% dalam November, penurunan lima kali berturut-turut sebulan ini dan kejatuhan terpanjang sejak Desember 2004.
Di antara logam mulia, harga perak naik 0,2% menjadi US$18.53 per ounce, platina naik 0,5% menjadi US$1.460,50 per
ounce dan palladium melemah 0,1% menjadi US$365,50 per ounce. (ln)