
JAKARTA (Bloomberg): Harga emas di pasar spot pagi ini tercatat di posisi US$1.092,02 per ounce, atau menguat dari sebelumnya di level US$1.087,68 per ounce.
Harga emas naik tertinggi dalam pekan ini karena nilai tukar dolar AS melemah untuk pertama kalinya dalam tujuh hari, sehingga meningkatkan penampilan logam mulia itu.
Nilai tukar dolar AS turun 0,7% terhadap keranjang enam nilai mata uang utama karena spekulasi bahwa pada Desember akan sulit untuk stabil.
Kontrak emas untuk pengiriman Februari naik US$7,30, atau 0,7% menjadi US$1,094 per ounce di the New York Mercantile
Exchange’s Comex unit, tertinggi sejak 16 Desember untuk kontrak teraktif.
Kenaikan emas makin besar setelah laporan menunjukkan bahwa persediaan rumah baru di AS di luar dugaan turun pekan lalu ketika pengeluaran konsumen naik lebih dari yang diproyeksikan.
Harga emas naik 24% ahun ini ketika p9ertumbuhan AS turun selama resesi terpanjang sejak Perang Dunia II.
Di London, emas untuk pengiriman segera naik US$8,02, atau 0,7% menjadi US$1.092,02 per ounce at 7:22 p.m. walti setempat.
Di New York, kontrak perak untuk pengiriman Maret naik 16 sen, atau 0,9% menjadi US$17,19 per ounce. Logam itu meningkat 52% tahun ini. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »