
JAKARTA (Bloomberg): Harga emas di pasar spot pagi ini tercatat berada di posisi US$1.063,70 per ounce, atau melemah dari level sebelumnya di US$1.064,40 per ounce.
Harga emas naik tertinggi dalam tiga pekan menghentikan rally dolar sehingga meningkatkan permintaan akan logam mulia itu sebagai alternatif investasi.
"Nilai tukar dolar mengalami penurunan," kata Peter Fertig, pemilik Quantitative Commodity Research Ltd. di Hainburg, Germany. Logam mulia yang mendadak mengalami penurunan pekan lalu adalah juga "menjadi indikator baik bahwa harganya bisa meningkat," katanya.
Kontrak emas untuk pengiriman April naik US$13,40, atau 1,3% menjadi US$1.066,20 per ounce di the New York Mercantile
Exchange’s Comex unit. Kenaikan itu merupakan tertinggi sejak 1 Februari.
Kontraknya juga turun 2,9% pekan lalu, penurunan 4 kali berturut-turut.
Di London, emas untuk pengiriman segera turun 48 sen menjadi US$1.065,82 pada pukul 7:46 p.m. waktu setempat. "Dilihat dari perspektif teknikal, harga emas telah mengalami jenuh jual."
Sedikitnya 8 dari 16 pedagang, investor dan analis yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan bahwa emas akan turun dalam pekan ini. Enam memproyeksikan harga lebih tinggi dan dua lainnya menyatakan netral.
Harga emas ditransaksikan pada US$1.000 hingga US$1.200 per ounce dalam tahun ini dan mungkin akan menguat hingga ke posisi tertinggi US$1,500, Mark Bristow,
chief executive officer of Randgold Resources Ltd., mengatakaan hari ini dalam wawancara televisi.
Di New York, kontrak perak untuk pengiriman Maret naik 25,5 sen atau 1,7% menjadi US$15,085 per ounce. Platina untuk pengiriman April juga naik US$5,90, atau 0,4% menjadi US$1.481 per ounce.
Kontrak palladium untuk pengiriman Maret melonjak US$9,40, atau 2,4% menjadi $407,65 per
ounce.
Paladium rata-rata ditransaksikan di harga US$400 tahun ini sebagai dasar untuk meningkatkan pasar, Sandy Wood, the executive head of Anglo
Platinum Ltd.’s commercial unit, mengatakan hari ini dalam konferensi melalui telepon. Logam itu, yang digunakan sebagai suku cadang perusahaan otomotif untuk mengontrol polisi, harganya rata-rata berkisar US$267 tahun lalu. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »