Bisnis Indonesia Online » Harga » Logam Mulia


Senin, 22/09/2008 07:50 WIB

Mayoritas analis rekomendasikan beli emas

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (Bisnis.com): Sedikitnya 14 dari 22 pedagang, investor dan analis yang disurvei dari Mumbai hingga Chicago pada 18 September dan 19 September memberikan rekomendasi untuk membeli emas, yang naik 13% pada pekan lalu menjadi US$864,70 per ounce di New York.  Tujuh menyatkaan untukmenjual dan seorang berpendapat netral.

Harga emas mencatat rekor naik dua hari berturut-turut setelah Lehman Brothers Holding Inc. menyatakan diri bangkrut dan Federal Reserve mengambil alih American International Group Inc. Harga logam itu mencapai rekor di tingkat US$1.033,90 per ounce pada Maret.

Kenaikan harga emas pekan lalu sebenarnya telah diantisipasi oleh analis yang disurvei pada 11 dan 12 September, tulis Bloomberg.

Pada akhir pekan lalu harga emas sempat menyentuh US$926 per ounce dan dalam tiga hari sudah naik 16% dipicu pelemahan dolar AS terhadap euro yang mencapai level terlemahnya dalam dua bulan.

Sedangkan harga emas untuk kontrak pengiriman Desember melejit US$46,50 atau 5,5% menjadi US$897 per ounce di divisi Comex bursa New York Mercantile Exchange pagi ini menurut data Bloomberg. Bahkan sebelumnya sempat menyentuh US$926 per ounce.
Kenaikan harga emas juga dipicu pelemahan dolar AS terhadap euro hingga level terendahnya dalam empat bulan setelah bank sentral mengatakan akan bertindak untuk mengurangi gejolak pasar finansial, sehingga menurunkan permintaan mata uang AS. Dolar AS terdepresiasi 1,3% menjadi US$1,4509. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Harga emas pagi ini naik menjadi US$815,25
  • Harga emas, perak dan platina terendah tahun ini
  • Harga spot emas pagi ini turun ke US$911,05
  • Harga emas pagi ini US$929,85 per ounce

Komentar

#1 - Akar pemicu naiknya Harga Emas

ada dua hal yang menyebabkan emas,secara trend akan terus menguat harganya atas uang kertas: 1.terikatnya uang kertas oleh sistem bunga. sistem bunga menciptakan pertambahan jumlah suppay uang.sementara pertumbuhan komoditas tidak sekencang uang kertas.hal ini menciptakan ketidakseimbangan jumlah uang dengan komoditas yang semakin tajam. jumlah suplay uang yang terus bertambah menyebabkan terdepresiasinya nilai uang.(mengapa kita menyimpan uang yang jumlah nilai nya terus berkurang?) 2.kedua,biaya eksplorasi emas semakin mahal akibatnya beberapa faktor: kenaikna bbm,resiko penambangan yang tinggi seperti keracunan ,longsor,yang menyebabkan biaya sdm meningkat,kerusakan lingkungan akibat pencemaran,kerawanan sosial politik,akibat letak tambang di daerah miskin. maka bicara deposito,kita bicara emas,bukan uang. uang adalah alat tukar ,kalau masih dipercaya. tq. disclaimer.

udi - Indonesia @ 22/09/2008 - 08:41 WIB dari 119.2.43.250 (ip-43-250.laxo.net.id)

Beri Komentar