Bisnis Indonesia Online » Harga » Logam Mulia


Kamis, 06/11/2008 08:15 WIB

Harga emas terkoreksi, investor tunggu aksi Obama

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Harga emas pagi ini melanjutkan penurunannya dipicu spekulasi melempemnya perekonomian AS akan menurunkan permintaan akan logam mulia, meski pemilihan presiden AS sudah berakhir.

Pada pagi ini pukul 8.00 WIB menurut data televisi CNBC harga emas untuk kontrak pengiriman Desember terkoreksi US$2,65 menjadi US$737,95 per ounce.

Kemarin harga jeblok hingga US$14,90 atau 2% menjadi US$742,40 per ounce di divisi Comex bursa New York Mercantile Exchange. Namun sehari sebelumnya harga sempat melonjak 4,2%.

Indeks Reuters/Jefferies CRB, indeks harga 19 komoditas dasar, anjlok 5,3% kemarin. Harga emas sudah anjlok 11% tahun ini ketika indeks CRB jeblok 24%.

"Harga emas bergerak seiring dengan harga komoditas lainnya. Pelemahan ekonomi tidak akan bagus untuk emas. Pasar masih merasa nyaman dengan memegang dana tunai untuk terhindar dari risiko. Seluruh komoditas berisiko tinggi," kata Frank Lesh, trader FuturePath Trading LLC di Chicago seperti dikutip Bloomberg.

Indeks non manufaktur versi Institute for Supply Management, yang
mengcover sekitar 90% ekonomi AS, anjlok hingga rekor terendah pada periode Oktober.

Penurunan indeks saham juga memicu penurunan permintaan emas, kata Lesh. Dow Jones Industrial Average (DJIA) di bursa Wall Street New York kemarin ditutup jeblok 5,05%, Nasdaq Composite dan S&P 500 masing-masing ditutup minus 5,53% dan -5,27%. DJIA tahun ini sudah terkoreksi 32% hingga posisi kemarin.

Perdagangan saham di Wall Street melemah tajam yang dipicu
beberapa data ekonomi yang buruk dan investor menantikan langkah yang akan dilakukan presiden AS terpilih, Barack Obama, untuk mengatasi prospek ekonomi yang suram.

Mega Capital Indonesia menyatakan potensi resesi di AS dan krisis finansial global terburuk sejak Great Depression membuat investor sangat menantikan kebijakan yang akan dilakukan Obama.

Pelemahan Wall Street setelah pemilu presiden ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Tekanan jual melanda diseluruh sektor, dengan kontribusi terbesar pada saham manufaktur, perbankan, teknologi, pengembang perumahan,
peritel dan energi.

Investor mencemaskan kabinet yang baru tidak akan bekerja cukup cepat untuk mengatasi perlambatan ekonomi ini. Sentimen negatif muncul setelah data ADP Employment pada bulan Oktober menunjukkan pemangkasan tenaga kerja sebesar 157.000, lebih besar dari estimasi 100.000 dan jauh lebih besar dari bulan sebelumnya 26.000. Hal ini juga membuat investor khawatir mengenai data tenaga kerja yang akan dirilis pada Jumat nanti.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 'Perlu lembaga pembiayaan bagi perdagangan emas'
  • Emas pagi ini anjlok hingga di bawah US$800
  • Harga emas pagi ini naik menjadi US$815,25
  • Harga emas, perak dan platina terendah tahun ini

Komentar

#1 - perusahaan efect

mengapa bbm di indonesia harus diolah di luar,mengapa indo tidak bisa nengolah sendri

jasmin - medan/indonesia @ 06/11/2008 - 19:50 WIB dari 125.162.8.39 (39.subnet125-162-8.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar