
JAKARTA (bisnis.com): Rupiah pagi ini dibuka menguat 40 poin terhadap dolar AS pada level Rp10.180 menyusul prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa inflasi bulan Juni pada kisaran 0,1% hingga 0,5%.
Data Bloomberg pukul 08:25 menunjukkan rupiah sesi pagi bergerak pada kisaran RpRp10.180-Rp10.200. Hari ini rupiah diprediksi bakal menguat terhadap dolar AS walau dalam kisaran sempit.
Kepala BPS Rusman Heriawan mengungkapkan pasca raihan inflasi yang tipis di bulan Mei pada level 0,04%, pada Juni 2009 ini inflasi diperkirakan pada kisaran 0,1% hingga 0,5%. Mengingat pada bulan Juni tak ada gejolak harga yang berarti, sehingga kalaupun ada inflasi kisarannya tidak terlalu besar.
Dia memperkirakan lonjakan inflasi baru akan terasa pada bulan Juli, mengingat pada saat itu dibutuhkan biaya yang besar untuk kebutuhan daftar sekolah dan masuk perguruan tinggi.
Pagi ini harga minyak dunia sebagaimana terlihat di New York Mercantile Exchange (NYMEX) naik ke level US$72,49 per barel. Sedangkan minyak brent di London menguat ke level US$72,30 per barel.
Dolar AS terhadap mata uang regional pagi ini diperdagangkan bervariasi, seperti melemah terhadap mata uang Singapura pada level SIN$1,4489, turun terhadap mata uang Thailand menjadi 34,00 baht, melemah atas mata uang Malaysia di posisi 3,5215 ringgit, naik terhadap mata uang Hong Kong pada titik HK$7,7500, terkoreksi terhadap mata uang China menjadi 6,8325 renmimbi, turun terhadap mata uang Taiwan menjadi NT$32,885, melemah terhadap mata uang Filipina menjadi 48,160 peso dan menguat terhadap mata uang Australia menjadi AUD$0,8108.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »