
JAKARTA (bisnis.com): Rupiah siang ini melemah 45 poin terhadap dolar AS pada level Rp10.245 di tengah penantian pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Data Bloomberg pukul 12:01 menunjukkan rupiah sesi pagi bergerak pada kisaran RpRp10.240-Rp10.245. Hari ini rupiah diprediksi berpotensi melemah walau dalam kisaran sempit.
Kepala BPS Rusman Heriawan mengungkapkan pasca raihan inflasi yang tipis di bulan Mei pada level 0,04%, pada Juni 2009 ini inflasi diperkirakan pada kisaran 0,1% hingga 0,5%. Mengingat pada bulan Juni tak ada gejolak harga yang berarti, sehingga kalaupun ada inflasi kisarannya tidak terlalu besar.
Dia memperkirakan lonjakan inflasi baru akan terasa pada bulan Juli, mengingat pada saat itu dibutuhkan biaya yang besar untuk kebutuhan daftar sekolah dan masuk perguruan tinggi.
Siang ini harga minyak dunia sebagaimana terlihat di New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun ke level US$70,48 per barel. Sedangkan minyak brent di London melemah ke level US$72,01 per barel.
Dolar AS terhadap mata uang regional siang ini diperdagangkan bervariasi, seperti menguat terhadap mata uang Singapura pada level SIN$1,4480, naik terhadap mata uang Thailand menjadi 34,04 baht, menguat atas mata uang Malaysia di posisi 3,5200 ringgit, melemah terhadap mata uang Hong Kong pada titik HK$7,7496, terapresiasi terhadap mata uang China menjadi 6,8321 renmimbi, turun terhadap mata uang Taiwan menjadi NT$32,751, menguat terhadap mata uang Filipina menjadi 48,185 peso dan melemah terhadap mata uang Australia menjadi AUD$0,8058.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »