JAKARTA (Bisnis.com): Pergerakan rupiah hari ini diprediksi bergerak rangebound dengan kecenderungan konsolidasi. Turunnya index Dow Jones akan berimbas terhadap perdagangan saham di dalam negeri sehingga berpotensi menekan rupiah.
Head of research Bank Negara Indonesia Rosady T.A. Montol mengatakan statemen Menteri Keuangan AS Geithner yang mengisyaratkan keinginan AS untuk penguatan dolar diperkirakan menambah keperkasaan dolar terhadap rupiah.
"Namun euphoria pemilu presiden yang potensi berlanjut hingga hari ini tampaknya cenderung memberikan mixed sentimen," tutur Rosady.
Rupiah terdepresiasi 45 poin menjadi Rp10.180 per dolar AS pada pukul 10.34 WIB menurut data IMQ. Pada perdagangan Jumat, 10 Juli, rupiah ditutup flat pada level 10.135 setelah bergerak di kisaran 10.110–10.145.
Rosady menambahkan euphoria keunggulan sementara SBY-Budiono versi quick count yang menguatkan optimisme pasar terhadap membaiknya kinerja fundamental ekonomi domestik secara umum memberikan support terhadap rupiah. Namun, sentimen positif ini tidak sejalan dengan kondisi global yang cenderung menekan emerging market di tengah aksi risk aversion.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »