Rupiah pagi ini melemah jadi Rp9.555

Jumat, 20/11/2009 09:58:23 WIBOleh: Sylviana Pravita R.K.N.
JAKARTA (bisnis.com):  Sentimen terhadap wacana pembatasan investasi asing diperkirakan masih direspon pasar pada hari ini, di samping kemungkinan agresivitas akumulasi dolar oleh korporat menjelang akhir bulan di tengah kekhawatiran berlanjutnya tekanan terhadap rupiah. Rupiah pagi ini melemah Rp5 menjadi Rp9.555.

Riset BNI Treasury Division pagi ini menyebutkan meski demikian Bank Sentral diperkirakan telah siap dengan langkah antisipatif demi menjaga kelangsungan stabilitas rupiah.

Kemarin, rupiah ditutup melemah pada level Rp9.525 vs opening di level Rp9.380 setelah bergerak di kisaran Rp9.380–Rp9.570.

Reaksi pasar terhadap wacana penerapan peraturan terhadap pembatasan investasi asing di instrument SBI yang diperkirakan akan
memangkas capital inflow memberikan underlying tekanan terhadap rupiah.

Sementara itu, rebound dolar terhadap major currency kemarin ikut menekan rupiah. Hari ini, pergerakan rupiah diprediksi bergerak konsolidasi dengan nuansa tertekan.

Yen pada 19 November 2009 ditutup menguat pada level 89.02 vs opening di level 89.32 setelah bergerak dikisaran 88.62 – 89.43. Seiring
dengan penguatan USD, yen ikut menguat terhadap major currency dipicu oleh aksi save haven merespon pelemahan bursa saham global & membaiknya data tenaker.

Hari ini yen diprediksi bergerak rangebound dengan kecenderungan konsolidasi hingga menguat. Berlanjutnya aksi pelaku pasar untuk
melepas higher yield currencies dan profit taking berpotensi menyokong pergerakan yen. BoJ meeting selama 2 hari akan bersidang namun diprediksi tidak terlalu berdampak signifikan terhadap market.

Pelaku pasar memprediksi bahwa BoJ akan hold rate pada level 0.1% untuk waktu yang cukup lama mengingat JP masih
menghadapi jurang deflasi di level -2.2%.

Hari Kamis (19/11) Euro ditutup melemah di level 1.4915 vs opening di level 1.4961 setelah bergerak dikisaran 1.4839–1.4965. Sementara
itu, sterling ditutup melemah di level 1.6658 vs opening di level 1.6743 setelah bergerak di kisaran 1.6604 – 1.6755. Eskalasi risk
appetite, penurunan jobless cont.claim AS 5.61 m vs 5.65 m dan stabilnya initial claim AS pada level 505 k menjadi underlying
penguatan dolar AS.

Pergerakan euro tertahan oleh penurunan kinerja bursa saham global dan minimnya data yang dirilis. Sementara zero growth retail sales UK pada level 0.5% dan masih besarnya beban public debt cukup membebani pergerakan sterling.

Hari ini euro & sterling berpotensi untuk bergerak rangebound dengan kecenderungan melemah. Membaiknya fundamental ekonomi AS
terutama tenaker dan housing, penurunan harga komoditi serta ekspektasi strong dollar mengentalkan aksi save haven demand sehingga berpotensi mensupport pergerakan USD.

Pelemahan euro akan sedkit tertahan oleh prediksi kenaikan PPI DE 0.1% vs -0.5%. Sedangkan sterling masih berpotensi terkoreksi seiring pelemahan euro dan tertekannya bursa saham global ditangah minimnya data yang dirilis.

Teknikal: bolinger band, Parabolic SAR & stochastic slow sideways, tapi candle stick downtrending di area positif standa deviasi
mengindikasikan potensi konsolidasi hingga pelemahan euro dan sterling.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika