JAKARTA (bisnis.com): Rupiah diprediksi bergerak konsolidasi terbatas pada hari ini, menyusul rupiah kemungkinan memperoleh sentimen negatif akibat turunnya indeks Dow Jones dan data ekonomi AS.
Adapun, rupiah pagi ini dibuka menguat Rp10 menjadi Rp 9.490 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan kemarin yang berada pada level Rp9.500 per dolar AS.
Riset BNI Treasury Division pagi ini menyebutkan kemarin Rupiah ditutup melemah pada level Rp9.475 vs opening di level Rp9.460 setelah bergerak di kisaran Rp9.460–Rp9.525. Rupiah kembali ditutup mendekati level pembukaan setelah sebelumnya sempat melemah di atas level Rp9.500-an di tengah kisruh polemik domestik dan berlanjutnya akumulasi dolar korporasi.
Namun, pergerakan dolar yang kembali tertekan terjadap major currencies menahan pelemahan rupiah lebih lanjut. Turunnya index Dow Jones menyusul eskalasi risk aversion merespon data Prelim GDP q/q AS potensi terimbas ke pasar domestik, diperkirakan memberikan underying sentimen negatif terhadap rupiah.
Sementara itu, kuatnya ekspektasi level keseimbangan rupiah di kisaran Rp9.400–Rp9.500 membuat pergerakan rupiah cenderung terbatas.
Yen pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 88,56 vs opening di level 88,98 setelah bergerak di kisaran 88,33–89,06. Penguatan yen dipicu oleh unwind yen carry trade yang ditopang oleh eskalasi risk aversion, menyusul turunnya data GDP AS yang memangkas optimisme pasar terhadap recovery ekonomi AS.
Sementara itu, turunnya crosses EUR/JPY ikut memberikan andil penguatan yen di tengah meningkatnya demand yen. Hari ini, yen diprediksi bergerak rangebound dengan kecenderungan konsolidasi.
Unwind yen carry trade diperkirakan masih menjadi underlying pergerakan yen hari ini, sentimen pesimisme ekonomi AS
masih potensi berlanjut di pasar Asia.
Namun demikian, kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan intervensi BOJ mensikapi penguatan yen yang dikhawatirkan berdampak negatif terhadap kinerja ekspor Japan diperkirakan memberikan underlying mixed sentiment.
Kemarin, Euro ditutup flat di level 1.4960 opening di level 1.4964 setelah bergerak dikisaran 1.4887–1.4989. Sementara itu,
sterling ditutup melemah di level 1.6573 vs opening di level 1.6607 setelah bergerak di kisaran 1.6495 – 1.6618. EUR sempat menguat di awal pasar Eropa menyusul naiknya data IFO Germany ke level 93.9 vs 91.9.
Memasuki pasar AS, penguatan Euro kembali tertahan oleh turunnya data GDP AS yang memicu risk aversion. Sementara itu, Sterling ditutup melemah menyusul komentar Marvin King yang mensinyalir pesimisme ekonomi UK dan rendahnya consumer spending UK.
Hari ini euro & sterling berpotensi untuk bergerak rangebound dengan kecenderungan menguat. Meskipun sempat tertahan oleh rilis data AS, tapi tren pelemahan dolar diperkirakan masih berlanjut.
Pasar mencermati FOMC Minute AS menyangkut kelanjutan kebijakan FFR dan data New Home Sales US yang diperkirakan naik ke level 408k vs 402k. Sementara itu, pasar menunggu data Revised GDP q/q UK yang diperkirakan naik tipis ke level -0.3% vs -0.4%.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »