Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar
Rabu, 16/07/2008 16:40 WIB
Rupiah kembali menguat meski tipis
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA: Rupiah kembali menguat meski tipis pada penutupan perdagangan sore ditopang kenaikan indeks saham dan menempatkannya sebagai mata uang berpenampilan terbaik kedua terhadap 10 mata uang di Asia.
Dalam sebulan ini rupiah sudah terapresiasi 2% dipicu kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya sejak Januari menjadi 8,75%. Selain itu, penguatan rupiah juga karena investor global membeli surat utang negara.
Head of Research BNI Rosady T.A. Montol mengatakan turunnya harga minyak ke level US$138 per barel sedikit menyejukan pasar di tengah kekhawatiran tingginya beban subsidi APBN akibat lonjakan harga minyak.
Namun penguatan rupiah kembali tertahan oleh aksi profit taking importir maupun perusahaan yang memanfaatkan momentum beli dan jual. Sementara itu, koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir ditengah eskalasi risiko pasar ikut memberikan underlying sentimen negatif terhadap rupiah.
Pada perdagangan pukul 16.10 WIB, kurs rupiah berada pada level Rp9.138 per dolar AS dari posisi kemarin Rp9.140.IHSG juga menguat tipis 0,2% menjadi 2.218,12.
Pasar akan bereakasi terhadap hasil lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hari ini ditengah sentimen perbedaan suku bunga yang berpotensi memberikan sentimen positif bagi rupiah apabila berhasil menarik minat investor.
Suresh Kumar Ramanathan, ahli strategi suku bunga dan valuta CIMB Investment Bank Bhd. di Kuala Lumpur seperti dikutip Bloomberg mengatakan aliran dana masuk, semakin besarnya selisih suku bunga dengan AS menyebabkan rupiah terus menguat. Dia memprediksi kurs menembus level Rp8.600 per dolar AS pada akhir September.
bisnis.com
Berita Lain
- Rupiah siang ini naik ke 9.164 per dolar AS
- Rupiah pagi ini 9.135 per dolar AS
- Rupiah pagi ini 9.148 per dolar AS
- Rupiah pagi menguat, namun dolar melemah
- Rupiah dan dolar AS pagi sama-sama terdepresiasi