Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar
Kamis, 17/07/2008 12:58 WIB
Rupiah terseret indeks
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA(bisnis.com): Rupiah pada penutupan perdagangan sesi pagi melemah 13 poin menjadi Rp9.150 per dolar AS dari posisi pembukaan.
Pelemahan rupiah ini dipengaruhi terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia 0,1% menjadi 2.215,18.
Head of Research BNI Rosady T.A Montol mengatakan rupiah hari ini diperkirakan bergerak rangebound dengan potensi menguat. Turunnya harga minyak dunia dan rebound index dow jonnes
dapat memberikan angin segar bagi pasar investasi keuangan di dalam negeri. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah hari ini. Sementara itu, komitmen stabilitas kurs oleh Bank Indonesia, membuat investor enggan untuk melakukan menambah posisi beli dolar AS.
Riset analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan rupiah hari ini tidak akan bergerak terlalu kuat, naik turunnya masih pada takaran stabil. Kurs masih ditopang naiknya nilai ekspor RI ke AS sehingga masih ada surplus. "Kestabilan rupiah akan menambah kepercayaan pasar sehingga nantinya dapat menopang indeks saham," tutur dia.
Head of Research PT Paramitra Alfa Securities Pardomuan Sihombing mengatakan rupiah cenderung menguat karena masuknya dana asing melalui global bond. Instrumen investasi di Indonesia dinilai masih murah, sehingga masih terjadi capital inflow melalui saham dan obligasi.
Rupiah masih akan bergerak di rentang 9.000-9.050 per dolar AS pada beberapa pekan ke depan.
Kurs sudah terapresiasi 1% terhadap dolar AS pada bulan ini dipicu kebijakan Bank Indonesia mendukung penguatan mata uang.
bisnis.com
Berita Lain
- Rupiah pagi ini 9.280 per dolar AS
- BI tak jamin rupiah bisa kembali ke 9.100
- Rupiah siang terhempas menjadi 9.322
- Rupiah pagi ini 9.345 per dolar AS
- Potensi kenaikan BI Rate akan dongkrak rupiah