Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar


Kamis, 07/08/2008 17:02 WIB

Rupiah sore melemah terbesar tiga bulan menjadi Rp9.105

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah sore ini terdepresiasi hingga penurunan terbesar dalam tiga bulan setelah gagal menguat ke level 9.000 per dolar AS dipicu aksi ambil untung.

Pada perdagangan sore 17.00 WIB menurut data Bloomberg, rupiah kembali melemah menjadi Rp9.105 per dolar AS, bandingkan dengan posisi penutupan kemarin Rp9.073, berarti anjlok 32 poin dalam sehari.

BNI Treasure Research menyatakan investor kembali melepas rupiah dan membeli dolar AS karena kurs gagal tembus level 9.050, disamping itu dolar AS juga mampu menguat terhadap mata uang kuat lainnya.

Rupiah gagal untuk keempat kalinya menembus level 9.000 per dolar AS dalam setahun ini, hanya mampu tembus 9.056 kemarin, level tertingginya dalam lima bulan. Pemerintah menargetkan rupiah berada pada level 9.250 per dolar AS tahun ini.

"Ketika rupiah gagal tembus level 9.000, pelaku pasar lalu melakukan aksi ambil untung dengan membeli dolar," kata Thomas Harr, senior currency strategist Standard Chartered Plc di Singapura seperti dikutip Bloomberg.

Dia menambahkan, bank sentral akan menjaga kurs di rentang 9.000 hingga 9.500. Kebijakan penguatan mata uang akan bermanfaat untuk meredam tingginya laju inflasi, sehingga ketika kurs tidak mampu tembus angka 9.000, pelaku pasar langsung khawatir.

Pada perdagangan tadi siang pukul 14.26 WIB, kurs anjlok hingga level terendah sejak 14 Mei yakni 9.114.

Rupiah terapresiasi dalam tiga hari setelah Bank Indonesia menaikkan BI rate 25 basis poin (bps) menjadi 9%.

Harr menprediksi rupiah berusaha menembus level 9.000 dalam beberapa pekan ke depan. Kurs sudah terapresiasi 1,2% terhadap dolar AS sejak BI untuk pertama kalinya menaikkan suku bunga pada 6 Mei 2008.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rupiah pagi ini jeblok tembus 11.000
  • Rupiah masih akan di atas 10.000 per US$
  • Rupiah pagi ini 10.900 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 10.800 per dolar AS

Komentar

Beri Komentar