JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah pada pembukaan pasar saham pagi ini terdepresiasi tajam 48 poin hingga mencapai level 9.153 per dolar AS.
Rosay T.A. Montol, Head of Research BNI Treasury, mengatakan rupiah hari ini diperkirakan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Akumulasi dolar AS masih potensi berlangsung hari ini.
Sementara itu, turunnya index Dow Jones diperkirakan memberikan tekanan terhadap harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia sehingga ikut memberikan underlying sentimen negatif terhadap rupiah.
Disisi lain, bayang-bayang intervensi Bank Indonesia diperkirakan cenderung membatasi pelemahan rupiah.
Pada Kamis, rupiah ditutup melemah di level 9.100 setelah bergerak dikisaran 9.057–9.115. Rupiah kembali tertekan oleh aksi borong dolar AS. Pelaku pasar kembali melakukan akumulasi dolar AS setelah gagal bertahan di bawah level Rp9.100 meskipun di tengah sentimen positif prospek ekonomi dalam negeri.
Data Bloomberg memperlihatkan pada pagi ini pukul 9.55 WIB rupiah terdepresiasi mencapai Rp9.153 per dolar AS .(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »