Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar
Rabu, 20/08/2008 08:12 WIB
Rupiah dan dolar AS pagi sama-sama terdepresiasi
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah pagi ini kembali terdepresiasi menjadi Rp9.193 per dolar AS atau melemah 3 poin dari penutupan kemarin. Sementara itu dolar AS juga hampir menyentuh level terlemahnya dalam sepekan terhadap yen.
Pelemahan dolar AS ini dipicu spekulasi kerugian pasar kredit pada perusahaan finansial semakin memburuk sehingga investor mengurangi permintaan mememgang aset berimbal hasil lebih tinggi dengan meminjam dana dari Jepang.
Analis pasar uang menilai pelemahan rupiah saat ini tidak dapat dihindari karena meningkatnya tekanan negatif terhadap pasar uang. Menguatnya dolar AS semakin memberi tekanan terhadap rupiah.
Investor mengalihkan portofolio dengan menjual saham untuk menginvestasikannya kembali dalam dolar AS. Hal ini terlihat dari terus anjloknya indeks harga saham gabungan di pasar domestik.
Namun sentimen negatif dari industri keuangan di AS yang terus melanjukan kerugian dari kredit subprime mortgage kembali menekan dolar AS yang sempat menguat drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Dolar AS juga melemah terhadap euro untuk ketiga harinya ketika pasar modal negeri itu terjungkal sehingga menambah kekhawatiran akan melempemnya perekonomian AS.
Namun terhadap poundsterling, dolar AS masih mampu berjaya hingga mencapai level terkuatnya dalam dua tahun ditengah spekulais bank sentral Inggris, Bank of England akan melaporkan kebijakan moneternya dari hasil rapat hari ini yang diperkirakan inflasi melambat sehingga berpotensi pemangkasan suku bunga.
Dolar AS ditransaksikan pada level 109,67 yen pada 8:45 a.m. di Tokyo, dari 109,72 di New York kemarin, menurut data Bloomberg. Terhadap euro juga melemah menjadi US$1,4786 per euro dari US$1,4776 kemarin bahkan sempat menyentuh US$1,4631, level terkuat sejak 20 Februari. Euro diperdagangkan pada 162,16 yen dari 162,13 kemarin ketika akhirnya turun menjadi 160,87, terendah sejak 13 Mei.
Poundsterling ditransaksikan pada US$1,8676 dari US$1,8670 kemarin bahkan sempat menyentuh US$1,8512 pada 15 Agustus, terendah sejak Juli 2006. JPMorgan Chase & Co, bank terbesar ketiga di AS, meprediksi Bank of England akan menurunkan suku bunga patokan pada awal November.
Dolar AS sudah menguat 7,8% terhadap euro sejak menyentuh level terendahnya US$1,6038 pada 15 Juli dan terapresiasi 1,7% bulan ini terhadap yen ketika ekonomi Eropa dan Jepang melempem dan harga minyak mentah dunia turun lebih dari 20% dari rekor tertingginya US$147,27 per barel pada 11 Juli 2008.
Harga minyak pagi ini kembali naik menjadi US$114,96 per barel dipicu spekulasi persediaan AS turun.
bisnis.com
Berita Lain
- Penguatan rupiah pagi ini terhenti
- Rupiah menguat ke level 11.900 per dolar AS
- Rupiah bertahan di 12.100 per dolar AS
- Rupiah pagi turun 150 poin menunggu laporan BI
- Rupiah melemah tipis ketika dolar AS mulai turun