Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar


Selasa, 02/09/2008 08:33 WIB

Dolar terkuat 6 bulan, rupiah melempem pagi ini

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Dolar AS pagi ini terapresiasi hingga level terkuatnya dalam enam bulan terhadap euro dipicu spekulai turunnya harga minyak mentah hingga hampir level terendah empat bulan akan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bahkan terhadap poundsterling Inggris dolar AS terdongkrak hingga level terkuatnya dalam dua tahun setelah Topan Gustav melemah sebelum merusak pelabuhan di Lousiana AS.

Dolar Australia bahkan terdepresiasi hingga level terendahnya dalam satu tahun setelah ekonom memprediksi bank sentral akan menurunkan suku bunga hari ini untuk pertama kali sejak 2001.

"Kami melihat beberapa faktor pendukung penguatan dolar AS terhadap komoditas dan mata uang Eropa. Penurunan harga minyak mentah paling banyak membantu apresiasi mata uang Amerika ini karena aliran dana kembali masuk ke dolar," kata Tony Morriss, currency strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di
Sydney hari ini seperti dikutip Blommberg.

Dolar AS menguat hingga level US$1,4557 per euro, level terkuat sejak 14 Februari 2008 sebelum ditransaksikan pada US$1,4576 pada pukul 8:00 a.m. WIB dari posisi kemarin US$1,4617.

Dolar AS terapresiasi menjadi US$1,7863 per poundsterling, terkuat sejak April 2006, terhadap yen Jepang menjadi 108,15 yen dari 108,14 kemarin. Euro sendiri melemah menjadi 157,61 yen dari 157,95 yen.

Dolar Australia terdepresiasi menjadi 84,69 per sen AS, terendah sejak September 2007 sebelum ditransaksikan pada 84,92 dari 85,29 sen kemarin di Asia.

Reserve Bank of Australia akan menurunkan target suku bunga overnight cash rate sebesar 25% menjadi 7% hari ini, prediksi 22 ekonom yang disurvei Bloomberg. Keputusan akan diumumkan pada pukul 2:30 p.m waktu Sydney.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Oktober pagi ini turun 3,5% menjadi US$111,40 per barel bahkan kemarinn sudah anjlok US$4,08 per barel menjadi US$115.

Head of Research BNI Rosady T.A. Montol mengatakan euro dan poundsterling hari ini melemah karena rilis data PMI Manufacturing membebani pergerakan euro. Di sisi lain data PMI Manufacturing Inggris yang rendah belum mengindikasikan perbaikan prospek ekonomi negeri itu yang menjadi underlying pelemahan pounsterling.

Disisi lain, rupiah pagi ini terdepresiasi menjadi Rp9.161 per dolar AS dari penutupan tadi malam Rp9.153.

Rosady menambahkan rupiah masih bergerak rangebound dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, pasar mencermati inflasi  yang masih cenderung tinggi yakni 11,85% dari Agustus 2007-Agustus 2008 dan 0,51% Juli-Agustus 2008 yang potensi memberikan mixed sentimen.

Di sisi lain, suasana transaksi awal puasa diperkirakan cenderung sepi sehingga potensi membatasi pergerakan rupiah hari ini. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rupiah terdepresiasi hingga terendah 10 tahun
  • Rupiah terdepresiasi, won terendah 10 tahun
  • Rupiah pagi ini 11.868 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 11.950 per dolar AS

Komentar

#1 - HARGA TERBARU

OPLOADER HARGA TERBARU

NUNUS DWI NUGROHO - INDONESIA @ 08/09/2008 - 08:38 WIB dari 125.164.238.93 (93.subnet125-164-238.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar