Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar


Selasa, 16/09/2008 14:47 WIB

Penguatan dolar AS bakal berlanjut

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Penguatan dolar AS bakal terus berlanjut menyusul ekspektasi membaiknya perekonomian AS dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan euro maupun Jepang sementara Bank Indonesia jaga rupiah agar tidak tembus level Rp9.500.

"Ekonomi AS diperkirakan masih bisa tumbuh. Sementara negara-negara di Eropa seperti Jerman, Inggris, dan Prancis sudah mentok, jenuh. Hal ini diindikasikan makin kuatnya bank sentral eropa melakukan pemotongan interest rate. Pernguatan dolar AS terhadap euro sudah berlangsung sebulan, terlihat bergerak dari US$1,6 menjadi US$1,4 per euro," ujar dealer BRI di Jakarta, siang ini.

Dia menambahkan dolar AS juga semakin perkasa terhadap yen yang sudah terlihat sejak kuartal I/2008. "Sebenarnya aksi beli dolar AS terlihat sejak dua, tiga minggu lalu sewaktu ekonomi Eropa mulai goyah dan orang melihat ke kondisi AS lantas mencoba menarik uangnya ke dolar AS. Ke depan, penguatan dolar AS masih berlanjut seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS."

Menurut dia, imbas penguatan dolar AS ke rupiah terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Sementara intensitas intervensi Bank Indonesia ke pasar valas juga makin besar. "Intervensi BI di tengah kondisi global dolar AS seperti saat ini tentu tidak akan banyak membantu. BI hanya berupaya untuk bisa memperlambat laju depresiasi rupiah agar tidak terlalu lebar. Bank sentral agaknya menjaga agar rupiah tidak menembus level psikologis Rp9.500," tuturnya tanpa merinci berapa besar nilai intervensi tersebut.

Dealer bank pelat merah itu juga melihat mulai adanya aksi beli dolar AS oleh sejumlah bank asing di Indonesia. Meski begitu, dia menilai Bank Indonesia tidak perlu menempatkan orang di dealing room bank-bank asing. "Kita menganut rezim devisa bebas karena itu fluktuasi mata uang global tentu ada imbasnya ke rupiah. Peraturan pembatasan transaksi dolar AS sudah cukup untuk meredam spekulasi dolar AS. BI tidak perlu menempatkan orang di dealing room bank asing, mereka kan tugasnya juga banyak," ujarnya.

Direktur Currency Management Farial Anwar menilai kecil peluang rupiah untuk menguat terhadap dolar AS. Pasalnya, saat ini investor lebih memilih untuk memegang dolar AS untuk mengharapkan gain di tengah ambruknya pasar modal. Disamping itu, pengaruh eksternal mata uang asing juga tertekan atas dolar AS. "Sekarang saatnya untuk membeli dolar AS karena diperkirakan akan terus menguat," tegasnya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rupiah pagi ini jeblok tembus 11.000
  • Rupiah masih akan di atas 10.000 per US$
  • Rupiah pagi ini 10.900 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 10.800 per dolar AS

Komentar

Beri Komentar