Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar


Selasa, 23/09/2008 09:24 WIB

Rupiah dan dolar sama-sama tertekan Dow

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah pagi ini terkoreksi 40 poin menjadi Rp9.325 setelah kemarin menguat tajam. Terkoreksinya indeks saham di bursa Wall Street AS menyebabkan ketidakpastian pasar finansial global dan regional termasuk Indonesia.

Kondisi ini juga menekan dolar AS untuk kelima harinya terhadap euro, penurunan terpanjang sejak Februari dipicu kebijakan pemerintah AS memberikan dana talangan (bail out) senilai US$700 miiliar untuk membeli investasi hipotek berkinerja buruk. Upaya ini yang awalnya diyakini memberi sentimen positif bagi bursa regional termasuk Indonesia, ternyata belum berdampak di pasar.

Setelah kemarin rupiah menguat signifikan yakni 85 poin menjadi Rp9.285 per dolar AS yang disebabkan ketidakpastian pasar finansial di AS.

Namun meredanya risk aversion pasca skim penyelamatan pasar keuangan oleh Pemerintah Federal AS dan The Fed telah menguatkan kepercayaan pasar yang kembali mensupport pasar investasi di dalam negeri tercermin dari rebound-nya IHSG dan sedikit membaiknya pasar obligasi domestik. Kondisi di atas memberikan underlying sentimen positif yang membawa penguatan rupiah ke bawah level 9.400.

Disisi lain indeks harga surat utang negara (SUN) menguat dan melanjutkan reli yang terjadi sejak akhir pekan lalu setelah pemerintah AS meloloskan rencana penyelamatan perusahaan sektor finansial di AS.

Indeks harga berdasarkan data Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) menguat 59 basis poin (bps) dari level 83,78 pada akhir pekan lalu ke level 84,37 pada penutupan kemarin.

Penguatan harga SUN terjadi pada dua hari perdagangan terakhir sejak pemerintah AS mengeluarkan pernyataan untuk merealisasikan rencana penyelamatan.

Harga minyak mentah untuk kontrak November di Ney York mercantile Exchange pagi ini pukul 9:25 WIB menurut data CNBC turun tipis 0,27% menjadi US$108,92 per barel setelah kemarin malam sempat tembus US$110 untuk kontrak Oktober yang pada hari itu berakhir.

Head of Research Bank Negara Indonesia Rosady T.A. Montol mengatatakan rali harga minyak hingga kembali menembus di atas level US$100 per barel mengurangi tekanan dolar AS terhadap major currency ditengah sentimen penyelamatan krisis keuangan di AS. Pada pekan lalu minyak sempat menyentuh US$90 per barel.

Tidak menentunya pasar finansial AS membuat pelaku pasar saat ini cenderung melepas dolar. Dolar AS pagi ini melemah menjadi US$1,4784 per euro.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rupiah terdepresiasi hingga terendah 10 tahun
  • Rupiah terdepresiasi, won terendah 10 tahun
  • Rupiah pagi ini 11.868 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 11.950 per dolar AS

Komentar

#1 - emas batangan: solusi krismon

kenaikan harga emas saat ini adalah indikator kiamatnya uang kertas dan produk derivatifnya. ini adalah krisis kepercayaan yang riil : bahwa telah terjadi kejahatan penyalahgunaan uang kertas oelh pasar keuangan: dari alat tukar menjadi komoditas. langkah AS merubah lembaga keuangan yang bangkrut menajdi bank komersial: adalah strategi yang keliru.ini bukan karena kesulitan likuiditas,namun hilangnya kepercayaan atas lembaga keuangan tersebut. harusnya: mengubur lembaga keuanngan tersebut,dan memulainya dari nol : sektor riil.dan komoditas. pesan yang paling penting kepada pemilik uang : ganti uang anda dengan emas batangan.sebelum aset anda menajdi sampah belaka. udi,www.duniaemas.blogspot.com tq

udi - indonesia @ 23/09/2008 - 10:18 WIB dari 119.2.43.250 (ip-43-250.laxo.net.id)

Beri Komentar