Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar


Kamis, 25/09/2008 09:12 WIB

Rupiah dan dolar tumbang terjegal rumah AS

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah pagi ini kembali terdepresiasi terdapap dolar AS yakni melemah 33 poin menjadi Rp9.363, sedangkan mata uang Amerika itu sendiri juga melemah terhadap euro untuk kedua harinya menjelang pengumuman angka penjualan rumah baru.

Ketidakpastian perekonomian di Amerika Serikat pasca erombang-ambingnya rencana dana talangan (bailout) pemerintah senilai US$700 miliar untuk mencegah resesi ekonomi dengan menyuntik sektor finansial menyebabkan investor mengalihkan investasinya dari negara berisiko tinggi termasuk Indonesia.

Setelah kemarin rupiah turun 10 poin menjadi Rp9.330 per dolar AS, pagi ini kurs kembali terdepresiasi menjadi Rp9.363. Menurut Treasury salah satu bank asing di Jakarta, tekanan rupiah ini seiring dengan jatuhnya indeks bursa saham Dow Jones dan regional. Namun intervensi Bank Indonesia untuk menjaga kurs tidak terjun bebas, masih mampu menahan penurunan.

Gejolak keuangan di AS pasca ketidakpastian nasib bailout juga berdampak pada tergerusnya dolar AS terhadap euro dan mata uang lainnya. Dolar melanjutkan pelemahan dua hari terhadap euro menjelang pemerintah AS mengumumkan data penjualan rumah baru yang menurut sejumlah analis yang disurvey Bloomberg akan turun sehingga trader mengambil posisi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.

Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan 80% kemungkinan bank sentral AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, bandingkan pada 23 September masih 58% ketika Kongres menunda persetujuan proposal pemerintah untuk bailout senilai US$700 miliar.

"Sentimen negatif terhadap dolar masih terus terjadi, sehingga saya prediksi dolar tidak akan pulih hingga akhir tahun ini. Kondisi perekonomian AS berdampak negatif terhadap mata uang, apalagi perdebatan untuk menyelamatkan pasar finansial antara pemerintah dengan Kongres (legislatif) semakin menambah ketidakpastian," kata Hideki Amikura, deputy general manager of foreign exchange Nomura Trust and Banking Co. Ltd di Tokyo seperti dikutip Bloomberg.

Dolar AS ditrankasikan pada level US$1,4659 per euro pada pukul 10 a.m. di Tokyo dari US$1,4621 pada kemarin malam di New York. Terhadap yen diperdagangkan pada 106,06 yen dari 106,11 yen. Euro sendiri ditransaksikan pada 155,49 yen dari 155,15. Amikura memprediksi dolar masih terdepresiasi menjadi US$1,4680 hari ini.

Penjualan rumah baru di AS diprediksi turun menjadi 510.000 pada periode bulan lalu dari 515.000 pada Juli, menurut sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg. penjualan turun menjadi 503.000 pada Juni, terendah sejak 1991. Departemen Perdagangan AS akan melaporkan pada pukul 10 a.m. di Washington.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rupiah terdepresiasi hingga terendah 10 tahun
  • Rupiah terdepresiasi, won terendah 10 tahun
  • Rupiah pagi ini 11.868 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 11.950 per dolar AS

Komentar

Beri Komentar