Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar


Selasa, 04/11/2008 18:27 WIB

Rupiah masih akan di atas 10.000 per US$

oleh : Achmad Aris


JAKARTA (bisnis.com): Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan memperkirakan dalam satu bulan ke depan nilai rupiah masih akan di atas Rp10.000 per dolar AS.

"Tapi akhir tahun akan kembali ke arah Rp10.000 lagi. Dan baru kembali ke bawah Rp10.000 kalau keadaan sudah normal," jelasnya saat ditemui di Depertemen Keuangan hari ini.

Posisi rupiah saat ini, lanjut dia, belum mencapai titik keseimbangan baru karena spread-nya (antara kurs jual dan beli) masih lebar.

Menurut dia, apabila spread antara kurs jual dan beli masih berada pada kisaran Rp100-Rp200 maka keseimbangan belum terjadi.

Fauzi mengatakan instrumen yang dapat dilakukan Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah saat ini hanyalah dengan cara menaikkan BI Rate karena suplai dolar AS di pasar valas dunia semua kembali ke Amerika Serikat.

"Sebenarnya pelemahan rupiah relatif terbatas dibandingkan dengan Korean won, Malaysia ringgit, dan Filipina peso. Jadi ini adalah fenomena global," tutur dia.

Fauzi berharap dalam tiga hingga enam bulan ke depan kondisi likuiditas dolar AS di pasar valas bisa normal kembali sehingga nilai tukar rupiah terhadap dollar juga kembali pada posisi awal yakni di bawah Rp10.000 per dollar AS.(tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Farial: Tekanan rupiah mereda 2009
  • Rupiah tahun ini terburuk sejak 2000
  • Rupiah pagi 10.900 per dolar AS
  • Rupiah diduga pada level 10.900-11.200 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 10.900 per dolar AS
  • Rupiah pagi 10.900 per dolar AS
  • Rupiah pagi ini 10.990 per dolar AS
  • Rupiah naik lagi, US$ terendah 13 tahun
  • Rupiah pagi naik ke 10.850 per dolar AS

Komentar

Beri Komentar