Bisnis Indonesia Online » Harga » Nilai Tukar
Senin, 24/11/2008 06:54 WIB
Rupiah pagi kembali ke level 12.000
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah pagi ini menguat ke level 12.000 per dolar AS setelah pada akhir pekan sempat tembus level terendah sejak Agustus 1998. Kenaikan ini seiring bangkitnya harga minyak mentah dari level terendah tiga tahunan.
Mata uang rupiah sudah terdepresiasi 22% sejak bulan lalu hingga tembus level terendah dalam satu dekade, dipicu oleh krisis global sehingga menekan kurs dan indeks saham di kawasan Asia termasuk Indonesia.
Kurs pagi ini pukul 6:30 WIB, menurut data televisi CNBC, kembali menyentuh level Rp12.000 per dolar AS atau turun 50 poin dari level sebelumnya. Namun pada akhir pekan, rupiah sempat menyentuh level 13.150 per dolar AS, level terendah sejak Agustus 1998.
Menurut Bloomberg, rupiah berpotensi rebound (pulih kembali) sebesar 25% pada tahun depan karena suku bunga Indonesia masih menarik investor, kata divisi treasury PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Rupiah menjadi mata uang yang terdepresiasi paling besar di antara 10 valuta teraktif di Asia kecuali Jepang dalam satu bulan terakhir dipicu aksi lepas investor global akan aset dari emerging market akibat krisis finansial global.
Valuta di pasar Asia dan indeks saham terkoreksi bulan ini setelah ekonomi Amerika Serikat, Eropa dan Jepang melambat, sehingga menambah keyakinan investor bahwa resesi global semakin parah dan menggerus permintaan ekspor dari kawasan regional.
"Rupiah akan berkisar di level 10.200-10.500 setidaknya pada semester pertama 2009, dipicu pertumbuhan ekonomi yang mulai pulih," kata Benny Santoso, treasury manager BRI sperti dikutip Bloomberg. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Rupiah pagi naik tipis ke 10.750/US$1
- Rupiah pagi naik tipis jadi 10.800
- Rupiah pagi ini 11.000 per dolar AS
- Rupiah pagi ini 10.910 per dolar AS
- Rupiah pagi ini 10.850 per dolar AS