TOKYO (Bloomberg): Dolar AS diperdagangkan mendekati tertinggi dalam satu bulan terhadap yen dipicu spekulasi resesi AS mereda, mendorong permintaan terhadap aset negara itu.
Mata uang AS terangkat tertinggi 3 bulan lebih versus yen pada 5 Juni karena para pedagang berspekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini, setelah satu laporan pemerintah menunjukkan pengurangan tenaga kerja di AS pada Mei lebih rendah dari perkiraan.
Dolar Australia menguat terhadap seluruh dari 16 mata uang teraktif dipicu spekulasi bahwa pemodal Jepang bakal mengalihkan lebih banyak dana ke sekuritas negara Pasifik Selatan itu karena menguatnya saham regional mengangkat selera terhadap risiko.
Dolar AS diperdagangkan pada posisi 98,44 yen pada pkl. 10:23 di Tokyo dari 98,64 pada 5 Juni di New York, yang naik menjadi 98,89, level tertinggi sejak 8 Mei. Dolar AS menanjak di US$1,3989 terhadap euro dari US$1,3968. Euro dibeli seharga 137,67 yen dari 137,81 yen.
Dolar Australia naik menjadi 78,61 yen dari 78,25 yen dan dolar Selandia Baru menanjak jadi 61,90 yen dari 61,79 yen.
Penjualan di peritel AS naik pada Mei untuk pertama kali dalam 3 bulan karena permintaan terhadap mobil naik, ungkap ekonom yang disurvei Bloomberg News menjelang keluarnya laporan pemerintah pekan ini.
Permintaan terhadap yen juga melemah setelah satu laporan pemerintah menunjukkan surplus anggaran Jepang menyempit melebihi perkiraan pada April. Surplus tenggelam 54,5% menjadi 630,5 miliar yen dari setahun sebelumnya, kata Kementerian Keuangan di Tokyo hari ini. Estimasi tengah 23 ekonom yang disurvei memperkirakan 850 miliar yen.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »