TOKYO (Bloomberg): Yen diperdagangkan mendekati level terkuat dalam 2 pekan terhadap euro dan dolar AS setelah Presiden Barack Obama mengatakan tingkat pengangguran di AS akan mencapai 10% tahun ini.
Yen menguat terhadap dolar Australia dan won Korsel setelah Obama mengatakan perekonomian membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih, menambah kekhawatiran makin buruknya resesi global. Dolar AS mendekati posisi tertinggi dalam 4 pekan atas euro setelah para pemimpin dari Brasil, Rusia, India, dan China sepakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sebagai cadangan devisa.
"Risiko memiliki uang mulai beralih menjadi safe-haven dan aset. Melemahnya data ekonomi dari perkiraan mematahkan optimisme terhadap ekonomi global dan berlanjut menekan bursa saham," ujar Shoichi Handa, dealer senior SBI Liquidity Markets Co Tokyo.
Yen diperdagangkan pada 133,21 per euro pada 10:15 a.m. di Tokyo, dari 133,38 posisi New York kemarin, setelah sempat naik sampai 132,56, terkuat sejak 28 Mei. Mata uang Jepang dibeli pada 96,34 per dolar AS dari 96,38, setelah naik naik sampai 95,97, tertinggi sejak 4 Juni. Dolar AS berada pada US$1,3825 per euro, menguat dari US$1,3837.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »