Dolar AS dekati posisi terlemah 2 pekan atas yen

Kamis, 18/06/2009 08:40:10 WIBOleh: M. Yunan Hilmi
TOKYO (Bloomberg): Dolar AS diperdagangkan mendekati posisi terlemah dalam 2 pekan terhadap yen menyusul spekulasi Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga karena laju inflasi yang lebih lambat dari perkiraan.

Yen melemah terhadap dolar Australia dan krone Norwegia setelah laporan pemerintah memperlihatkan investor di Jepang lebih banyak membeli aset-aset asing dalam enam pekan. Pound melanjutkan depresiasi terhadap euro setelah Bank of England diperkirakan terus membeli aset untuk menahan suku bunga pada level yang rendah.

"Data terakhir meyakinkan pelaku pasar bahwa The Fed tidak mungkin akan mulai menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Spekulasi ini akhirnya menekan dolar AS," kata Danica Hampton, analis valas pada Bank of New Zealand Ltd, Wellington.

Dolar AS diperdagangkan pada 95,74 yen pada pukul 9:32 a.m. di Tokyo, melemah dari 95,75 yen di New York kemarin ketika sempat menyentuh 95,52 yen, terendah sejak 3 Juni. Mata yang AS berada pada US$1,3952 per euro, tertekan dari US$1,3942. Euro menguat menjadi  85,11 pence Inggris dari 86,04 pence.

Yen melemah atas dolar Australia menjadi 76,13 dari 76,06, juga turun menjadi 15,0463 terhadap krone Norwegia dari 15,0262 kemarin. Yen dibeli pada 133,66 per euro dari 133,50.

Investor Jepang melakukan pembelian obligasi asing, saham, dan surat berharga jangka pendek senilai 454,6 miliar yen (US$4,7 miliar), lebih besar dari nilai yang mereka jual sampai 13 Juni. Angka itu diambil dari kementerian keuangan.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika