SINGAPURA (Bloomberg): Mata uang Asia terpuruk dipimpin oleh won Korsel dan rupiah akibat kekhawatiran pemulihan perekonomian global tertahan sehingga investor menahan untuk membeli aset yang lebih berisiko.
Won melemah ke level terendah dalam 7 pekan setelah asing memangkas kepemilikan saham domestik di tengah makin memanasnya hubungan engan Korea Utara. Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index, yang mencatat 10 mata uang teraktif di luar yen, mendekati posisi penutupan terendah sejak penutupan 1 Mei setelah Bank Dunia memprediksi resesi global lebih buruk dari perkiraan semula.
"Risiko menurun terhadap semua aset di pasar dan laporan Bank Dunia memberi alasan bagi pasar untuk melanjutkan aksi ambil untung. Kami masih percaya mata uang Asia akan rebound pada semester dua setelah indikator ekonomi kawasan ini menguat," kata Peter Redward, head of Asian emerging-markets research Barclays Plc di Singapore.
Won melemah 1,1% menjadi 1.288,63 per dolar AS pada 12:52 p.m. di Seoul. Won sempat menyentuh 1.289,95, terendah sejak 6 Mei. Rupiah melemah 1% menjadi Rp10.565 di Jakarta.
MSCI Asia-Pacific Index mata uang regional turun 2,5%, penurunan terbesar dalam satu bulan lebih, mengikuti pergerakan bursa AS dan Eropa. Asia Dollar Index turun 0,1%, setelah merosot 0,4% kemarin.
World Bank memperkirakan kontraksi perekonomian dunia sebesar 2,9%, belum besar dari estimasi awal 1,7%. Gubernur European Central Bank Jean-Claude Trichet mengatakan masih ada risiko gejolak finansial bakal membawa resesi di Eropa.
Yen menguat terhadap euro seiring dengan anjloknya saham di Asia, memicu permintaan mata uang Jepang. Yen bertambah menjadi 132,06 per euro di Tokyo, menguat dari 132,93 New York petang. Yen juga menguat atas dolar AS pada 95,26 dari 95,87.
Won melemah untuk hari kelimanya, terlama dalam 4 bulan, ketika aksi jual dilancarkan oleh dana global lebih besar dari lokal dalam dua hari terakhir. Jiji Press melaporkan Korea Utara akan menggelar latihan militer di sepanjang pantai timur antara 25 Juni sampai 10 Juli. Negara komunis itu bulan lalu melakukan tes nuklir dan mengancam akan menyerang Korsel.
"Investos asing memborong dolar AS akibat dari eskalasi yang makin meningkat dengan pihak Utara. Pelaku pasar yang membeli dolar AS pada 1.250 berbalik menjualnya seiring dengan menguatnya dolar AS secara global," kata Roh Sang Chil, currency dealer Kookmin Bank di Seoul.
Peso Filipina melemah ke level terendah dalam delapan pekan akibat spekulasi makin lebarnya defisit anggaran yang akan membatasi ruang gerak belanja anggaran pemerintah. Peso melemah 0,3% menjadi 48,62 per dolar AS di Manila.
Ringgit Malaysia juga melemah untuk hari keduanya akibat spekulasi turunnya harga komoditas yang bisa mempengaruhi ekspor nasional. Ringgit melemah 0,2% menjadi 3,5483 per dolar AS di Kuala Lumpur.
Dolar Taiwan juga merosot 0,2% menjadi NT$32,95, dolar Singapura melemah 0,2% menjadi S$1,4614, baht Thai melemah 0,1% menjadi 34,19 dan dong Vietnamese sedikit berubah pada 17.802.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »