TOKYO (Bloomberg): Dolar AS melemah mendekati depresiasi mingguan terbesar dalam sebulan melawan euro, akibat spekulasi bank sentral AS, Eropa, dan China berupaya menstabilkan perekonomian global yang bisa mendorong permintaan aset dengan imbal hasil tinggi.
Yen melemah untuk hari keempatnya terhadap dolar Australia menyusul naiknya harga minyak dan emas kemarin menambah optimisme perekonomian negara ini pulih. Franc Swiss diperdagangkan mendekati posisi terendah atas euro dalam 3 bulan lantaran bank sentral diperkirakan mendongkrak penjualan mata uang untuk menopang perekonomian.
Dolar AS diperdagangkan pada US$1,4035 atas euro pukul 9:18 a.m. di Tokyo dari US$1,3988 di New York kemarin. Yen berada pada 134,33 per euro dari 134,22. Dolar AS melemah pada 95,71 yen dari 95,95 yen.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik US$5,10 atau 0,5% menjadi US$939,50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Minyak untuk pengiriman Agustus naik US$1,56 atau 2,3% ditutup pada US$70,23 per barel.
Mata uang Jepang melemah 1,7% menjadi 49,44 atas real Brasil kemarin dan dolar AS turun 0,5% menjadi 8,0169 rand Afrika Selatan setelah keputusan bank sentral memicu investor membeli aset dengan tingkat pengembalian tinggi lantaran suku bunga yang sudah rendah.
Dolar AS sempat naik kemarin atas yen setelah Federal Open Market Committee melaporkan bank sentral tidak ada rencana menaikkan program pembelian obligasi senilai US$1,75 triliun.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »