TOKYO (Bloomberg): Dolar AS dan yen menguat untuk hari kedua terhadap euro setelah pemerintah AS melaporkan pemangkasan karyawan lebih besar dari prediksi ekonom mendorong permintaan dua mata uang utama itu.
Euro menghadapi kinerja depresiasi mingguan atas dolar AS setelah Gubernur European Central Bank Jean-Claude Trichet menolak melanjutkan opsi penurunan suku bunga. Dolar AS juga menguat atas franc Swiss setelah China melakukan penstabilan dolar AS serta menahan spekulasi negara itu akan membicarakan mata uang internasionla baru dalam pertemuan G-8 minggu depan.
"Pasar tengah memperbaiki realitas setelah menanggapi terlalu optimistis pemulihan ekonomi dunia. Dolar AS dan yen kembali dilirik," ujar Yuji Saito, head of foreign-exchange group Societe Generale SA, di Tokyo.
Dolar AS menguat menjadi US$1,3952 per euro pada 8:25 a.m. di Tokyo hari ini, dari US$1,4003 penutupan New York kemarin. Dolar AS sempat menyentuh titik tertinggi sejak 25 Juni pada US$1,3929. Yen juga menguat menjadi 133,86 per euro, dari 134,34. Sementara dolar AS berada pada 95,93 yen, tidak banyak berubah dari 95.94 yen.
Pound Inggris melemah 0,45 menjadi US$1,6335 dan franc juga tertekan tipis 0,3% menjadi 1,0879 melawan dolar AS.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »