TOKYO (Bloomberg): Dolar AS berpotensi melemah atas euro dalam sepekan menjelang laporan pemerintah mengenai tenaga kerja yang diperkirakan adanya pemangkasan sehingga mendorong permintaan aset dengan imbal hasil tinggi.
Mata uang Jepang terancam melemah atas euro tertekan data para ekonom yang memperlihatkan order pabrikan Jerman naik pada September untuk bulan ketujuh. Mata uang Australia menguat atas 15 dari 16 mata uang rekanan setelah bank sentral mengatakan perekonomian nasional akan ekspansi lebih dari tiga kali dari estimasi Agustus.
"Data perekonomian yang positif akan memicu investor membeli aset dengan yield tinggi dengan menggunakan dolar AS. Yen cenderung menghadapi tekanan jual bersama dolar AS di saat indikator ekonomi membaik," kata Toshiya Yamauchi, analis valas Ueda Harlow Ltd.
Dolar AS sedikit berubah pada US$1,4864 per euro pukul 11:16 a.m. di Tokyo. Kemarin, dolar AS menyentuh US$1,4917 di New York, level terlemah sejak 27 Oktober. Yen juga tidak banyak berubah pada 134,72 yen per euro.
Dolar Australia menguat setelah Reserve Bank of Australia hari ini melaporkan kenaikan GDP 1,75% tahun ini dan 3,25% pada 2010. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi pada Agustus yaitu 0,5% dan 2,25%.
Dolar Australia menguat menjadi US$0,9116, dari US$0,9106, sedangkan atas yen menguat menjadi 82,73 yen dari 82,57 yen.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »