TOKYO (Bloomberg): Yen menguat untuk pertama kali dalam 4 hari terakhir terhadap euro menyusul sinyal perlambatan pemulihan ekonomi.
Mata uang Jepang menguat atas 16 mata uang negara rekanan sebelum laporan para ekonom hari ini mengenai tingkat pengangguran di AS yang diperkirakan bertahan pada level tertinggi sejak 1983.
Dolar Australia dan Selandia Baru tertekan seiring dengan bursa saham Asia yang melemah dipengaruhi pasar global akibat sektor industri jasa di AS yang di luar dugaan mengalami kontraksi.
"Kami yakin terjadi penurunan risiko menjelang laporan tenaga kerja AS. Sentimen turun memicu aksi beli yen dan dolar AS," kata Akane Vallery Uchida, analis valas Royal Bank of Scotland Group Plc Tokyo.
Yen menguat menjadi 132,54 per euro pada pukul 9:46 a.m. di Tokyo, dari 132,87 posisi New York kemarin. Mata uang Jepang juga menguat menjadi 88,12 per dolar AS, dari 88,26. Dolar AS diperdagangkan pada US$1,5062 per euro dari US$1,5053. Mata uang Australia berada pada US$0,9219, melemah dari US$0,9239 kemarin.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »