NEW YORK (Bloomberg): Dolar AS menyentuh level tertinggi dalam 3 bulan terhadap mata uang negara partner dagang AS terdorong oleh pernyataan Federal Reserve yang akan mempertahankan suku bunga pada posisi terendah.
Euro melemah atas pound setelah rating kredit Yunani dipangkas oleh Standard & Poor's dan European Central Bank menaikkan estimasi kerugian negara-negara pengguna euro sebesar 13%. Dolar AS mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Juni, sebelum laporan mengenai ekonomi pekan depan yang diperkirakan ada kenaikan di sektor produk awet pakai.
"Outlook yang positif dari AS, dari data Fed yang lebih baik, semakin memberi tekanan euro-dolar AS makin rendah," kata Emma Lawson, analis valuta Morgan Stanley di London.
Dollar Index, melacak pergerakan greenback atas euro, yen, pound, franc, dolar Kanada, dan krona Swedia naik 1,5% menjadi 77,721 pekan ini, dari 76,573 pada 11 Desember. Indeks menyentuh 78,141 kemarin, level tertinggi sejak 4 September.
Indeks dolar AS mengalami apresiasi 4,8% dari level terendah tahun ini yang tercapai pada 26 November setelah kinerja pemerintah memperlihatkan tingkat pengangguran di AS turun bulan lalu menjadi 10%. Selain itu, penjualan sektor ritel lebih besar dari proyeksi.
"Dengan data perekonomian yang lebih baik dan outlook lebih terang, dolar AS berhenti menjadi mata uang pilihan pembiayaan pada 2009," kata Lawson.
Dolar AS menguat sebesar 1,9% menjadi US$1,4338 per euro, dari US$1,4615 pekan lalu. Mata uang ini menguat kemarin di atas US$1,43 untuk pertama kali sejak 4 September. Yen menguat 0,4% menjadi 129,75 per euro, dari 130,24. Dolar AS menguat atas yen sebesar 1,6% menjadi 90,94 dari 89,10.
Dolar Australia mencatat penurunan terbesar pekan ini terhadap dolar AS di antara mata uang utama yang dilacak oleh Bloomberg, melemah 2,5% menjadi US$0,8902.
Deputi Gubernur Reserve Bank Ric Battellino membantah ekspektasi suku bunga kembali naik dengan mengatakan kebijakan moneter kembali ke tahapan normal. Bank sentral menaikkan suku bunga tiga kali berturut-turut mulai Oktober.
Yen melemah terhadap dolar AS pekan ini setelah Bank of Japan mengatakan tidak menoleransi penurunan harga konsumen sehingga memicu spekulasi bank sentral akan mempertahankan target suku bunga pada level hampir 0%.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »