Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas


Senin, 28/07/2008 11:18 WIB

Ringgit berpotensi melemah 1% dipicu inflasi

oleh : Berliana Elisabeth S.

SINGAPURA (Bloomberg): Ringgit Malaysia berpotensi melemah 1% sehingga mengurangi penguatan 2008 setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5%.

Sumitomo Mitsui Banking Corp memprediksi mata uang Malaysia ini terdepresiasi menjadi 3,295 per dolar AS pada akhir tahun, posisi terendah sejak 23 Januari setelah bank sentral mempertahankan suku bunga pada 25 Juli.

Citigroup Inc, perusahaan jasa keuangan terbesar, dan Brown Brothers Harriman & Co mengestimasi ringgit melemah menjadi 3,28.

Pada perdagangan hari ini ringgit terdepresiasi 0,5%, penurunan terbesar dalam satu bulan dipicu kekhawatiran akan laju inflasi yang mencapai level tertinggi dalam 26 tahun pada Juni setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar pada 5 Juni.

Pertumbuhan ekonomi akan melambat menjadi 4,5% dan 5% tahun ini, sedangkan pada 2007 masih 6,3%.

"Saat ini sentimen positif lagi meninggalkan pasar Malaysia sehingga akan menekan ringgit. Saya bahkan bingung mengapa kurs bisa naik setelah kenaikan bahan bakar pada Februari 2006, ini yang dapat membuat investor bingung juga. Namun, dalam waktu dekat akan terjadi aksi jual ringgit dan saham di Malaysia," kata Tetsuo Yoshikoshi, currency analyst Sumitomo Mitsui Banking di Singapura.

Bank Negara Malaysia mempertahankan suku bunga acuannya dari posisi yang sama pada April 2006, dipicu melonjaknya risiko kenaikan harga sehingga mengancam perlambatan ekonomi dan pengangguran.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rusia kembali devaluasi rubel
  • Yen menguat pada 90,46 per dolar AS
  • Peso dekati level terburuk sejak 2000
  • Potensi rebound won dan rupee terbesar
  • Dolar AS relatif stabil atas euro dan yen
  • Dolar terlemah 13 tahun terhadap yen siang ini
  • Mata uang Asia mulai rebound atas dolar AS
  • Sentimen ekonomi Jerman tekan euro
  • Yen melaju ke level tertinggi atas US$

Komentar

Beri Komentar