Bisnis Indonesia Online » Harga » Valas
Selasa, 19/08/2008 08:43 WIB
Rupiah dan dolar AS pagi ini turun tipis
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah pagi ini terseret penurunan saham AS dan Asia shingga melemah tipis 5 poin menjadi Rp9.190, sementara itu dolar AS juga terdepresiasi terhadap euro dan yen Jepang.
Pemerintah AS hari ini akan melaporkan data perumahan yang diprediksi turun hingga level terendah dalam 17 tahun.
Pada perdagangan pagi ini pukul 8.30 WIB menurut data televisi CNBC, dolar AS diperdagangkan pada level US$1,4681 per euro atau turun 0,0002 poin.
Sejumlah analis memprediksi mata uang AS ini melemah untuk kedua kalinya dipicu kerugian sektor keuangan negeri itu yang disulit perusahaan kredit perumahan terbesar di AS, Fannie Mae dan Freddie Mac. Yen Jepang juga bakal terdepresiasi ditengah spekulasi Bank of Japan akan mempertahankan suku bunganya pada hari ini.
"Dolar AS terseret sektor finansialnya, apalagi kerugian sektor finansial ditambah data perumahan yang diprediksi anjlok, akan menjadi tekanan besar bagi mata uang," kata Hideki Amikura, deputy general manager of foreign exchange Nomura Trust and Banking Co. Ltd seperti dikutip Bloomberg.
Terhadap yen Jepang, dolar AS diperdagangkan pada level 110,09 yen dari 110,13. Amikura mengatakan dolar bakal melemah menjadi US$1,4770 per euro dan 109,70 yen hari ini.
Dolar Australia juga terdepresiasi menjadi 86,66 sen AS dari 87,28 sen kemarin di Asia. Bank sentral Australia akan merilis kebijakan moneternya usai rapat yang digelar pagi ini pukul 11.30 a.m waktu Sydney. Otoritas moneter ini menyatakan masih ada ruang untuk menurunkan suku bunganya dari 7,25% karena perlambatan ekonomi.
Indeks dolar AS, indeks mata uang AS trhadap enam valuta kuat lainnya yang ditransaksikan di bursa berjangka ICE futures, hanya berubah sedikit menjadi 77,128 setelah kemarin turun untuk pertama kali dalam 12 hari yakni 0,1%, dan 7% sejak pertengahan Juli.
Sektor perumahan AS mulai turun sejak Juli yakni 960.000, penurunan tahunan pertamanya, terendah sejak 17 tahun, data 75 ekonom yang di survey Bloomberg News sebelum Departemen Perdagangan AS merilis hari ini. Departemen Tenaga Kerja juga akan mengumumkan indeks harga produsen.
bisnis.com
Berita Lain
- Yen melaju ke level tertinggi atas US$
- Menjelang kunjungan Paulson yuan melemah
- Yen menguat atas dolar AS dan euro
- Yen bergerak menguat atas US$ dan euro
- Yen menguat terhadap dolar AS dan euro